Jejak-jejak Karyaku

Sabtu, 21 Juni 2014

Harta Paling Berharga Dalam Hidup Gue


Foto di atas merupakan foto penampakan isi lemari yang memuat khusus harta paling berharga dalam hidup gue. Ya, harta paling berharga dalam hidup gue adalah buku2 hasil karya gue sendiri. Melahirkan sebuah karya sama seperti seorang ibu yang melahirkan anak kandungnya. Kelihatannya aja mudah tapi padahal sebenarnya sangat susah, penuh kesabaran dan perjuangan.
Alhamdulillah, selama 2 tahun gue berkecimpung di dunia literasi gue telah berhasil menelurkan 9 novel (ntah solo maupun kroyokan, ntah terbit di mayor ataupun terbit indie). Di antaranya adalah:


1.      Kuntilanak Gaul                      (Deka Publisher, 2013)
2.       Diantara Dua pilihan               (Deka Publisher, 2013)
3.       Ketika Cinta Semerah Darah  ( GP Publishing, 2013)
4.       Love Storm In Seoul               (Diandra Creative, 2013)
5.       Susan Ngesot                          (Diandra Creative, 2013)
6.       Ketika Hati Merelakan Cinta  (Diandra Creative, 2013)
7.       Kukembalikan Cintamu          ( Story House, 2014)
8.       Kamu Adalah Cintaku              (Rumah Oranye, 2014)
9.       Misteri Hilangnya Hati manusia (Pustaka Hamazah Book, 2014)


Selain novel cerpen gue juga masuk dalam antologi cerpen yang diterbitkan oleh penerbit mayor label:


1.       Loveable & Replaceable         (Diva Press, 2013)
2.       Dear Suamiku                         (Diva Press, 2014)
Cinta Hari Gini                       (Gradien Mediatama, 2014)



Selain terbit di mayor, buku antologi gue juga banyak yang terbit di indie. Di antaranya adalah :
. Cinta Yang Tak Diharapkan   (Diandra, 2012)
. Selayang Mimpi                      (Diandra, 2012)
. Memeluk Luka                        (Diandra, 2012)
. Cinta di Atas Awan                  (GP Publishing, 2012)
. Air Mata Cinta                          (GP Publishing, 2012)
. Ujian Cinta                               (Kaifa Publishing, 2012)
. Gado-Gado                              (Kaifa Publishing, 2012)
. Antara Mimpi dan Nyata           (Puput Happy Publishing, 2012)

Sebenarnya masih banyak sih karya-karya gue, tapi yang buku terbitnya ada di lemari ya cuma yang gue sebutin di atas. Meskipun buku gue banyak yang terbit di indie doang tapi gue tetap bersyukur. Karena gue memanfaatkan masa muda untuk berkarya. 



                                Foto cover karya-karya gue yang bukunya ada di lemari itu.

Senin, 09 Juni 2014

Novel Romantis Tapi Menegangkan



Judul Novel                 : di dekatmu
Judul resensi novel      : di dekatmu
Pengarang                   : Kamiluddin Aziz
Penerbit                       : PING!!! (Lini Diva press)
Tahun Terbit                : 2014
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Jumlah Halaman          : 294 hal
ISBN                           : 978-602-255-393-9

            Di tengah-tengah pelaksaan proyek penting, Deryanmemutuskan untuk cuti. Andika, sahabat Deryan dan Lify cewek yang ditaksir Deryan sejak SMA jadi kalang kabut dan super sibuk dengan limpahan tugas yang seharusnya dikerjakan Deryan.
            Bimo naik darah mengetahui sang istri selingkuh. Tanpa mau mendengarkan penjelasan Rulita, ia memuntahkan peluru pistolnya, beruntung Rulita berhasil meloloskan diri. Ia terus berlari tak tentu arah.
            Sementara, Deryan yang masih bingung mau belibur ke mana malah tidak sengaja menabrak Rulita. Peristiwa itu membuat liburan Deryan berubah total. Rulita yang sedang melarikan diri dari suaminya melibatkan Deryan pada serangkaian aksi kejar-kejaran antara dirinya dan antek-antek Bimo.
            Novel di dekatmu ini merupakan novel ketiga karya Kamiluddin Aziz. Saat membaca synopsis back cover, hati saya penasaran dengan isi cerita novelnya. Novel ini merupakan novel terkeren dari novel-novel yang pernah say abaca.
            Keren karena covernya yang simple tapi manis, gaya bahasa yang ditulis Kamiluddin Aziz ringan, mudah dipahami dan sesuai dengan usia tokoh di novel ini, karakternya kuat, setting tempat yang ditulis detail tapi tidak membuat pembaca bosan. Dan paling penting penjiwaannya sangat bagus. Saat ada adegan Deryan kejar-kejaran sama antek-antek Bimo bisa membuat pembaca ikut tegang dan menahan napas, tapi ketika saat ada adegan romantic pembaca ikut terhanyut dalam keromantisan sang tokoh di novel ini.
            Namun yang namanya sebuah karya tidak ada yang sempurna. Ya, di balik kelebihan-kelebihan novel ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan hanya ada 2 yaitu.
            Pertama ada tokoh yang mubazir, numpang nama saja. Tokohnya itu namanya “Iwel” jadi mantan kekasih Rulita. Menurut saya tokoh ini nggak perlu dimasukin karena dari awal sampai tengah Iwel tak pernah diceritakan, kemunculannya hanya menjelang akhir. Seharusnya korban yang dibunuh oleh Bimo dalam novel ini “Pram” sebab Pram orang pertama yang jadi selingkuhan Rulita.
            Kekurangan kedua terletak pada judul. Ntah judul bikinan penulis sendiri atau dari penerbit, yang pasti saya sebagai pembaca merasa kurang pas dengan isi ceritanya. Saya merasa judul yang pas “Masih ada cinta” karena ini novel ini menceritakan tentang Deryan, walaupun Deryan pernah ditolak oleh Lify waktu SMA tapi di hati Deryan masih ada cinta untuk Lify. Begitu pula dengan Rulita, walaupun suaminya pembunuh, pengedar narkoba, penyulundupan, tapi tetap saja di lubuk hatinya masih ada cinta untuk Bimo, suaminya itu.