Jejak-jejak Karyaku

Kamis, 31 Desember 2015

New Book : Argumen Gema (Kumpulan Cerpen)

PO buku penutup Arsha teen tahun 2015

Judul : Argumen Gema
Karya : Siswa-Siswi MTs. Negeri Banjar Selatan 01.
ISBN : 978-602-389-147-4
Harga : 45 ribu
Pemesanan bisa lewat sms 085654910277 atau pin bb 7D0AD896
Ketik : AG-NAMA-ALAMAT LENGKAP-NO.HP-JUMLAH ORDERAN

blurb :
Setiap manusia diciptakan dengan bekal kemampuan, bakat, dan kemauan hingga dikatakan mkhluk istimewa. Tinggal invidu itulah bagaimana mengasah ketiga aspek tersebut. 
Siswa sebagai salah satu makhluk istimewa yang mempunyai ide, gagasan, dan kreativitas tempat berpijaknya sastra mengharuskan mereka untuk terus mengasahnya agar eksistensinya tetap diakui. para generasi untuk lebih mendongkrak imajinasi mereka untuk menghasilkan karya yang luar biasa dalam dunia tulisan khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Pembelajaran menulis karya sastra seringkali menjadi hal yang menakutkan bagi peserta didik. Dan bukan rahasia lagi bila masih banyak peserta didik merasa kurang meminatinya. Bahkan sudah apriori ketika mendengar kata ’menulis puisi dan cerpen’, Peserta didik menganggap bahwa hal itu merupakan sesuatu yang sulit dipelajari. Hal ini dianggap sebagai kegiatan yang sulit, membosankan, serta menyita banyak waktu.
Salah satu cara membangkitkan motivasi siswa untuk mendongkrak imajinasinya dengan mendatangkan para ahli dibidangnya. Selain itu, memprogramkan pembukuan antologi sastra siswa MTsN Banjar Selatan 01 yang memberikan kekreatifitasnya sebagai penulis pemula.
Upaya ini sangat strategis dan relevan dengan misi panca prestasi Madrasah, salah satunya adalah prestasi berbahasa. Kelak, dapat menjadi bukti saat mereka berada di jenjang sekolah yang lebih tinggi mereka mampu membuktikan dan menularkan prestasi menulis mereka.
Puisi dan cerpen dalam buku antologi ini adalah hasil kreatif dan jerih payah mereka di MTsN Banjar Selatan. Buku ini mengungkapkn keberagaman tema yang mereka dapat dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain maupun imajinasi belaka.
Sebagai pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya hanya bertugas mengarahkan ide, cara, dan penulisan, serta memeriksa kata, kalimat dan tanda baca (yang belum bisa saya lakukan secara sempurna).  Saya dan peserta didik dengan tangan terbuka menerima kritik dan saran untuk mengembangkan diri dari pembaca.
Banjarmasin, Desember 2015
Siti Haryawati,M.Pd

Sabtu, 28 November 2015

Novel Gokil Namun Bergizi Tinggi : 3 Koplak Mengejar Cinta



Judul Novel              : 3 Koplak Mengejar Cinta
Judul resensi novel             : Novel Gokil Namun Bergizi
Pengarang                : Haris Firmansyah
Penerbit                     : Wahyu Qolbu (Lini Wahyu Media)
Tahun Terbit             : 2015
Kota Terbit                 : Jakarta
Jumlah Halaman     : 273 hal
ISBN                           : 979-795-946-5

            Ekspresi gue saat membaca novel 3 Koplak Mengejar Cinta adalah mengerutkan kening, sambil geleng-geleng kepala plus tepok jidat berkali-kali gara-gara kelakukan Ardhan, Ibam dan Pasai.
            Kalian pasti bertanya-tanya kan, “Siapa tuh mereka bertiga? Apa dosa mereka ke gue?”
            Oke, kenalin mereka dulu.
            Ardhan
            Dijuluki si mata empat. Orang menganggap dia itu lebay. Padahal menurut dia sendiri, itu bukan lebay tapi suka berfantasi. Semboyannya itu “Ngebayangin hal yang nggak-nggak itu seru kok.”
            Sifat buruknya adalah mudah terpengaruh teman dan susah bangun pagi. Sholat subuhnya aja bersamaan dengan terbit matahari.
            Ibam
            Hobinya gonta-ganti model rambut sesuai moodnya. Kelemahannya ada dua yaitu : ber-IQ jongkok dan nggak bisa mengendarai sepeda motor.
            Pasai
            Terlahir dengan nama Samudra Pasai tapi malah julukannya onta bengkak, karena perutnya agak buncit. Tingkah lakunya sangat kampungan bin alay maksimal. Dia ini suka mencetuskan ide-ide gila dan jalan-jalan kesesatan, tapi tetap sayang Umi.
            Mereka bertiga tergabung di genk 3 Komplak. Dan mereka bersekolah di SMKN 88. Masuk di kelas 1 listrik 1.
            Di kelas 1 listrik 1 bukan Cuma ada genk 3 koplak saja,  tapi ada genk-genk lainnya juga. Mereka di antaranya :
            Duo klepto
            Tunggal dan Pratama, mereka berdua kompak menjarah benda orang lain. Aksi mereka selalu rapi.
            Genk tukang bully
            Mereka init u cowok tapi mulutnya kayak  ibu-ibu arisan.
            Genk pembolos
            Ketuanya itu si Ponco. Mereka sering bolos di jam-jam pelajaran yang tidak mereka sukai.
            Ada tiga orang yang tidak disukai genk 3 koplak, mereka adalah : Sofan, Albar dan Mesty.
            Kelakuan orang-orang yang gue sebutin di atas, mampu membuat Bu Kabisat, guru agama tak mau mengajar kelas 1 listrik 1 lagi. Alasan  yang diajukan Bu Kabisat saat menghadap Pak kepala sekolah adalah takut keguguran lagi.
            Ada pepatah mengatakan. “Ada hikmah di balik semua kejadian.”
            Hikmah di balik Bu Kabisat tidak mengajar kelas 1 listrik 1 yaitu munculnya Pak Nuh. Pak Nuh, guru agama yang baru. Kedatangannya membawa misi untuk meluruskan jalan hidup murid-murid kelas 1 listrik 1.
            Ajaibnya Pak Nuh bisa bikin genk pembolos taubat. Mereka tidak lagi bolos di jam pelajaran agama. Bukan hanya itu saja Pak Nuh menetapkan peraturan semua murid tiap hari menulis kelakuannya di buku diary. Setiap melakukan perbuatan baik mereka harus minta tanda tangan orang itu sebagai saksinya. Sebagian besar nilai agama mereka diambil dari tulisan diary itu.
            Gara-gara peraturan Pak Nuh tersebut, genk 3 koplak berlomba-lomba melakukan kebaikan. Sambil menyelam minum air, mungkin itulah peribahasa yang cocok buat genk 3 koplak. Mereka berlomba berbuat baik bukan hanya agar nilai agama bagus, melainkan ada tujuan lain juga : meluluhkan hati Aida. Ya, mereka mencintai cewek yang sama.
            Naasnya menjelang kenaikan kelas buku diary amalnya Ardhan tiba-tiba hilang, ketinggalan di angkot. Ardhan panic bukan main. Untung ada Ibam, sohib setia menemani dia untuk mencari buku diary sampai ketemu.
            Hasilnya ketemu sih, tapi Ardhan menemukannya tidak dalam berbentuk buku melainkan sudah jadi kertas bungkus gorengan yang berlumur minyak. Bayangan nggak naik kelas serta gagal meluluhkan hati Aida terlintas di pelupuk matanya. Dia hanya pasrah.
            Terus gimana endingnya Ardhan naik kelas nggak? Kalau penasaran sama novelnya baca sendiri deh novelnya. Gue nggak mau spoiler soalnya. Gue berani jamin lo nggak bakal nyesel baca novel ini. Walaupun novelnya dikemas komedi, tetep memiliki sarat akan pesan moralnya.
            Novel ini juga dilengkapi banyak quote-qoute keren. Salah satunya, “Pangkal kebaikan manusia adalah kejujuran.”
            Pokoknya keren deh buat Om Haris yang udah menciptakan novel ini. Kalau gue kasih rating, novel ini

Sabtu, 21 November 2015

New Book : Sempurnalah Cinta (Kumpulan Cerpen)

Telah Terbit.
Judul : Sempurnalah Cinta
Penulis : Arsha Holic
Jumlah halaman : 164 hal
ISBN : 978-602-389-064-4
Harga : Rp. 36.000,- (harga khusus kontributor)
Rp. 40.000,- (harga untuk umum)
Pemesana :
-sms ke nomor 085654910277 atau bbm 7D0AD896
Ketika SC_NAMA LENGKAP_ALAMAT ENGKAP_NO.HP_JUMLAH PESANAN

Buku ini berisi 12 cerpen bertema "Cinta Tak Menuntut Kesempurnaan."
Nama-nama kontributor cek back cover ya?

New Book : Story Of Ida & Friends (Novel)

Judul : Story Of Ida & Friends
Penulis : Musaidah Haris
Jumlah halaman : 95 hal
ISBN : 978-620-389-063-7
Harga : Rp. 34.000,-
Pemesana :
-sms ke nomor 085654910277 atau bbm 7D0AD896
Ketika SOIF_NAMA LENGKAP_ALAMAT ENGKAP_NO.HP_JUMLAH PESANAN
Namaku Musaidah Haris, biasa dipanggil Ida. Aku tergabung di genk Girls Nine. Kata temen-temen genk, aku termasuk cerdas dan lebih dewasa daripada yang lainnya. Mungkin karena aku bercita-cita jadi jurnalis kali ya? Apa hubungannya coba?
Genk Girls Nine itu anggotanya ada sembilan, termasuk aku. Aku akan kenalkan mereka satu persatu : Bayuti Izat Nabila, Hafsah, Murafi’ah, Murdia, Nur Hasyi, Rahma Ardita, Yusrah, dan Khofifah.
Kami bersahabat sejak 1 SMP. Yang namanya persahabatan tentu tak selamanya berjalan mulus. Ada saja batu kerikil yang bisa menghancurkan persahabatan. Ketika aku menginjak kelas 3, persahabatanku dengan anggota Girls Nine retak gara-gara hadirnya Fadly dan juga Zakwan.
Masalah dengan Girls Nine belum selesai, muncul masalah baru lagi dalam hidupku. Mama ingin menikah lagi. Sebagai anak tentu aku tak ingin sosok papa digantikan oleh orang lain. Aku menentang keras mama menikah lagi. Tapi hal justru membuat mama marah dan mengusirku dari rumah.
Dua masalah ini membuatku frustasi dan ingin menyusul papa ke surga.

Selasa, 10 November 2015

New Boook : 1 Bulan 1 Novel? Siapa Takut!


Telah terbit!
Judul : 1 Bulan 1 Novel? Siapa Takut!
Penulis : Ariny NH
Jenis buku : Motivasi Menulis (nonfiksi)
Harga : 37 ribu (belum ongkir.
Pemesan :
-bisa lewat BBM 7D0AD896
-Bisa juga lewat sms
ketik : 1B1NST_NAMA_ALAMAT LENGKAP_JUMLAH ORDERAN

Seorang penulis itu belum afdol kalau belum punya novel solo. Namun banyak penulis pemula yang takut menulis novel. Di mata mereka menulis novel itu horror banget, sebab banyak kendala. Adapun kendala penulis pemula saat nulis novel.
1. Masih sulit mencari ide.
2. Masih sulit bikin karakter tokoh yang kuat
3. Demam microsoft word
4. Sulit bikin opening greget
5. Sulit bikin konflik greget
6. Stuk ide
7. Badmood
8. Perselingkuhan naskah
9. Sulit Mengakhiri Cerita
10. Sulit menentukan judul dan sinopsis
Maka dari itu aku melahirkan buku motivasi menulis dengan judul “1 Bulan 1 Novel? Siapa Takut!”
Tujuannya untuk menjawab kegalauan yang dialami penulis pemula, biar mereka tak takut menulis novel lagi. Menulis novel tak sehoror yang kamu bayangkan!
Buku ini juga dilengkapi "Daftar penerbit mayor beserta syarat kirim naskahnya."
Jadi kamu tak perlu repot lagi mencari penerbit mayor di internet.

Buruan order bukunya! Aku tunggu ya, Say!

Sabtu, 17 Oktober 2015

Penerbit PHP (Pemberi Harapan Palsu)



Zaman sekarang banyak yang ngaku penerbit mayor padahal bermental indie. Salah satunya adalah AGP, Alif Gemilang Pressindo. Penerbit itu awalnya memang indie tapi tahun 2012 jadi mayor. Bukunya beredar di gramed sih.
            Kenapa aku hati ini berbicara soal AGP? Jawabannya karena aku punya pengalaman pahit sama itu penerbit. Ceritanya gini:
            Tahun lalu 2014, tepatnya bulan juni/juli virra ditawari garap naskah orderan novel kolaborasi sama mas Bagus, owner AGP. Tema novel Mak comblang. 1 Novel penulisnya max 10 orang. Vira merekrut 9 penulis lain salah satunya aku. Dan penggarapan novel itu dikasih waktu 1 bulan. Katanya novel itu nanti akan terbit mayor AGP. Oke, kami ambil tantangan itu.
            Satu bulan udah selesai, revisi dan kirim ke AGP. Sekitar 1 bulan kemudian beneran di acc penerbit mayor AGP. Dan kami sepakat make jual putus aja biar cairnya cepet. Karena kami masih pemula yang penting novel nangkring di gramed lah. Mereka setuju terus ngirim mou ke Vira, ketua proyek novel kolaborasi.
            Setelah tanda tangan mou, vira Cuma dapet transfer 500 ribu padahal jual putus di mou 1.5000.000,- lagi-lagi kata ownernya sisa pembayaran setelah novel beredar di gramed. Dalam hati aku ngerasa aneh, 2 novelku yang make jual putus langsung dibayar lunas.
            SSingkat cerita konflik terjadi setelah ntu novel terbit dan masa preorder habis. Preorder gak mencapai 100 eks maka buku batal terbit di gramed. Jelas gue langsung naik darah. Perjanjian itu nggak ada di mou.
            Aku juga Tanya ke om Oke Sudrajat, penulis yang novelnya di acc AGP.

            Ariny Nurul Haq
om oke novelnya pernah terbit di alif gemilang pressindo kan? nah, aku mau nanya pas novel om oke terbit mereka mentargetkan preorder 100 eks gak? klo preorder gak nyampe 100 eks gak jadi diedarkan ke gramed.
#tolong banget dijawab. penting
Oke Sudrajatt
23/10/2014 12:24
Oke Sudrajatt

Aku gak ada target, mereka yg minta naskah untuk diterbitkan
23 Oktober 2014
Ariny Nurul Haq
23/10/2014 19:41
Ariny Nurul Haq
Hiks teganya penerbit itu membedakan penulis pemula dan senior. Naskahku di acc dikasih mou jg. Dah terbit n preorder tapi tiba2 mereka bilang preorder harus terjual 100 eks dulu klo gak batal beredar di gramedia
            Mendengar jawaban om Oke, aku merasa terzolimi. Diperlakukan nggak adil. Jelas dong aku marah? Aku ngeluarin unek-unek hati di blog. Ngebeberi semuanya di blog..
            Tak lama kemudian mas Bagus, ngebbm aku ngejelasin bahwa aku salah paham. Katanya buku tetap beredar di gramed asal penulis pindah ke system royalty, biar nggak merugikan penulis. Aku heran baru kali ini ada penerbit mou-nya bisa berubah dari system jual putus ke royalty. Tapi aku nggak ambil pusing. Bagiku yang penting ntu novel nangkring cantik di gramed. Dan akhirnya kami sepakat pindah ke system royalty.

            Sampai 2015, ntu novel tak kunjung ada kabar kapan nangkring di gramed. Aku tanyain mas Bagus,  dia jawab nunggu jadwal terbit kalau gak maret april. Ini bukti ucapan dia.

            Tapi faktanya sampe sekarang ntu novel gak ada kabarnya kapan beredar di gramed. Aku tanyain nggak pernah direspon!
Beberapa minggu setelahnya aku liat om wenda novelnya terbit di sana sumpah cepet banget nangkring di gramed.
Lagi-lagi aku merasa dizolimi dan diperlakukan nggak adil. Apa karena aku dan temen-teman masih belum punya nama jadi mereka bisa seenaknya ngulur-ngulur waktu terbit? Penulis pemula nantinya akan jadi penulis best seller dan aku bakal bikin mereka nyesel mempermainkan aku.
NB : Jangan ada yang koment, “Mbak, mbok dibicarakan baik-baik dulu? Ntar jatuhnya pencemaran nama baik loh!”
Jawabanku simple. Tak mungkin ada asap klo nggak ada api. Aku nggak mungkin kayak gini kalau mereka dari dulu ngerespon pertanyaanku untuk ngasih penjelasan kapan ntu novel beredar di gramed.
            Aku posting di blog karena nggak mau kalian jadi korban PHP ntu penerbit.

Kamis, 15 Oktober 2015

Open Preorder New My Novel

Halo, Ariny Holic. Ada yang kangen ma karyaku, nggak? Aku melahirkan novel baru lagi loh. Sebelum novelnya nangkring cantik di Gramedia aku buka preorder dulu.
Judul: Kau Begitu Sempurna
Penulis: Ariny NH
Editor: Radindra Rahman
Penerbit: Wahyu Qolbu
Genre: Novel
Harga: Rp. 38.000,-

Sinopsis:

“ANAK CACAT DILARANG SEKOLAH!”
Sedih, kecewa, itulah yang aku rasakan. Sempat aku merutuk dengan kondisiku saat itu. Multiple fraktur, begitulah dunia medis menyebutnya; kondisi patah di anggota gerak. Aku harus menelan kekecewaan karena banyak sekolah menolak kondisiku yang cacat.

Tak berhenti di situ, kekecewaan pun terulang lagi. Di saat teman-teman bisa pergi ke sana kemari dengan bebas, aku hanya bisa berteman sepi di rumah; sebuah ajang pencarian bakat pun menolak; yang lebih menyakitkan, seseorang yang aku cintai juga pergi meninggalkanku. Ya, semua karena kondisi fisikku yang tak sempurna.

Tuhan tidak adil! Tuhan pilih kasih! Sempat prasangka itu memenuhi pikiranku. Aku merasa terpuruk saat itu. Namun, aku coba tetap tegar dan berusaha bangkit mencari jalan keluar.

Inilah kisah nyata seorang gadis penyandang difabel; dengan keterbatasannya, dia mampu membuktikan bahwa fisik tak menjadi penghalang untuk berkarya.

….
“Cerita yang menarik dan penuh motivasi untuk orang-orang yang belum berani mendobrak dinding keterbatasan.”
(Mitha Juniar: penulis buku best seller “Gue Jomblo, Masbuloh?!”)

“Buku ini akan membuka mata kita bahwa Tuhan begitu baik dan menepati janji untuk memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang sabar dan terus berjuang.”
(Wenda Koiman: novelis dan penulis skenario)

Minggu, 04 Oktober 2015

Berbagi ilmu Kepenulisan di MTs. Negeri Banjar Selatan 1

Tanggal 3 Oktober 2015 tingkat kekerenanku bertambah lagi. Pasalnya aku menghadiri acara berbagi ilmu kepenulisan di MTs. Negeri Banjar Selatan 1. Temanya "Penulis Berbicara Pelajar Bertanya." Dan aku jadi nara sumbernya.
Waktu pertama kali masuk ke kelasnya mendadak langsung grogi dan jantung berdegup kencang. Wew, muridnya banyak banget sekitar 115 orang. Padahal itu cuma kelas IX. Kelas IX ada 3 lokal A,B,C.
Mana banyak cowok berondongnya pula untung aku dah taubat gak ngincer berondong lagi :v
Ini dia fotonya :
Oh iya, selain aku, ada lagi narasumbernya. Dia cowok, umurnya lebih dewasa dari akulah. Namanya aku lupa yang jelas wajahnya mirip Eza Yayang, Pemeran utama Tukang Ojek Pengkolan. *moga-moga masnya gak baca postinganku ini. Bisa digetok ntar :D
Sebelum aku ngomong, Ibu Harya bacain profilku dulu. Sumpah, rasanya pengen tutup muka. Profil yang beliau bacain itu profilku zaman masih jadi anak alay. Terbongkarlah rahasiaku yang tergila-gila sama aa Pasha, notabennya berstatus laki orang. :D

Baru deh aku ngomong.
Yang aku sampai mulai dari awal bikin outline, ngebahasan genre-genre tulisaan, opening menarik, yang perlu dihindari, tokoh, karakter, seting, penyakit kepenulisan,  sampai modal penulis. Semua aku jelasin secara detail, ngasih contohnya juga.
Mamaku sampai gregetan, "Lo tadi itu kayak ngebaca buku. Orang yang diambil itu yang pentingnya aja."
Kalau soal kayak baca buku mungkin iya, aku belum terbiasa ngomong di depan banyak orang. Walaupun aku dulu di MTs, pernah ikut ekstrakulikuler.
Kalau soal yang penting, aku nggak setuju ma mama. Semua teknik kepenulisan itu penting. Aku sengaja panjang lebar beserta contoh biar mereka benar-benar ngerti.
Ibarat seorang kecil kalau lagi belajar baca, makan pasti orang tua kasih contoh yang baik ke anak itu dong ya?
Ngomong panjang lebar nggak kerasa udah 2 jam, tiba sesi tanya jawab.
Yang nanya pertama cewek. Katanya gini, "Mbak, kalau kita bikin cerita konflik awalnya tu kayak gini tapi lama-kelamaan konflik bertambah itu gimana?"
Aku jawab aja, "Dalam sebuah cerita apalagi cerpen itu hanya ada 1 konflik utama. Kalau banyak-banyak ntar jadi sinetron H.Muhidin nggak kelar-kelar."
Yang nanya kedua lagi-lagi cewek. "Boleh nggak sih gabung-gabungkan genre? Biar ceritanya nyambung gimana?"
Aku jawab, "Boleh banget. Contohnya film twiligth, itu film ada 3 genre : fantasy, action dan romance. Cara biar nyambungin perhatiin filmnya sampe abis."
Para cowok nggak ada yang mau nanya ntah karena udah mudeng atau malu plus takut pertanyaannya diketawain teman-temannya.
Selesai tanya jawab. Giliran mas Eza yayang KW itu yang ngomong, aku istirahat makan kue kotakan. risoles, pastel.
Mas Eza Yayang KW jelasinnya singkat aja mungkin karena teknik menulis udah kubahas atau keterbatan waktu.
Abis Mas Eza Yayang KW ngomong, istirahat makan siang dulu 30 menit. Baru masuk lagi, kali ini praktek bikin opening.
Aku kena bagian ngebantai opening bikinan orang. Agak susahnya ngebenerin bikinan orang apalagi waktu singkat, tapi untungnya aku bisa.
Acara selesai jam 13.00 WITA.
Abis itu mereka foto-foto dan cium tanganku. Ini aku berasa kayak orang udah tua banget -_- adikku aja nggak pernah cium tanganku :3.

Over all acaranya seru. Moga aja apa yang kusampain bermanfaat.
Nggak kapok deh diundang lagi jadi narasumber walaupun sekolahnya jauh.  


Senin, 28 September 2015

New Book : Indahnya Masa Kecilku (Kumpulan Cerita dan Kumpulan Puisi)



Open PO. Yuk, buruan diorder!
Judul : Indahnya Masa Kecilku
Penulis : Arsha Holic
ISBN :  978-602-389-042-2
Harga Buku : Rp. 31.000,-
Tebal buku : 88 halaman.
Pemesanan : Bisa lewat sms ke nomor 085654910277 atau pin BBM 7D0AD896
Ketik : IMK_NAMA_ALAMAT LENGKAP_NOMOR HP_JUMLAH ORDERAN


Ada pepatah mengatakan, “Semakin tua usia kita, maka semakin kita merindukan masa kecil.”
Ya, masa kecil adalah masa paling membahagiakan dalam hidup. Pada masa itu kita bisa bebas tanpa banyak pikiran.
Apalagi yang masa kecilnya tahun 90-an. Hal-hal yang dulu ada di tahun 90-an sekarang sudah tak bisa lagi ditemukan.  Contohnya jika anak kecil era tahun 90-an, mereka menyanyikan  lagu anak-anak. Nah, anak kecil zaman sekarang sudah pada menyanyikann lagu “Sakitnya tuh di sini.”
Miris sekali bukan? Buku ini hadir untuk sekadar mengingat betapa indahnya masa kecil kita.

Nama-nama kontributor kumpulan cerita pendek :
Nabila Maulidiyah-Sinta Susanti-Wahyu Yoshinoyuki-Siti Rokhanah-Junita Susanti- Khumayra N.A-Ratifa Mazari-Ninien Supiyanti-Adelia Putri Septiani-Eka Pujiyanti.
Bonus kumpulan puisi. Nama-nama kontributornya sebagai berikut :
Lailatul Farida-Fatiemach-Vivi Mubarokah Somantri-Jelina Ann-Utami-Warti Wahyuni Abdi N-Sweety Smile-Nursidah Febrianty-Prasetya Tresna Jakaputra-Nok Yuli.