Jejak-jejak Karyaku

Kamis, 26 Februari 2015

Review Novel "Paradise Romance" karya Dita Safitri

Setelah aku selesai mandi, tiba-tiba di atas tempat tidurku ada bingkisan paket. Tanpa basa-basi bergegas aja, aku buku bingkisan itu. Dan ternyata isinya novel "Paradise Romance" karya Dita Safitri. Langsung deh foto selfie :
Seneng? tentunya. Aku dapet novel ini karena perjuanganku menglahkan puluhan orang di giveaway yang diadakan Dita. Sebagai rasa terima ka+sihku, aku mau review novelnya dulu. Sama seperti om Wenda, Reviewnya hanya ngasih sinopsis, kelebihan dan kekurangan novel. Cekidot!
Judul : Pardise Romance
Penulis : Dita Safitri
Tebal : 182 hal
Tahun terbit : 2014
ISBN : 978-979-294741-0

Sinopsis :
Seorang  Seorang soul keeper bernama Ken mendadak
dijatuhkan dari langit. Ken yang tidak
mengingat apa-apa ini pun akhirnya bertemu
dengan Hanna. Satu-satunya manusia yang bisa
melihatnya dalam keadaan bersayap.
Karena beberapa hal, Ken akhirnya menumpang
tinggal di rumah Hanna dan beraktifitas
layaknya manusia bersama Hanna. Ken bahkan
bekerja di Paradise, kafe milik Park Shin, pria
yang nantinya akan disukai Choi Hanna. Sampai
suatu ketika, Ken yang mulai memiliki perasaan
khusus pada Choi Hanna menemukan siapa dirinya
yang sebenarnya. Penasarankan?
Dengan mengusung genre fantasi romantik,
kisah ini sama sekali sangat baru. Menceritakan
bagaimana seseorang bisa berkorban apa saja
untuk orang yang mereka cintai, bahkan nyawa
sekalipun.
Yang menarik dari kisah ini adalah endingnya
yang tak terduga dengan cerita sarat akan
pesan-pesan moral dan menarik untuk dibaca
kalangan muda.


Beberapa bagian yang aku suka dan menjadi kelebihan novel ini :
1. Bebas typo
2. Suka sama ide dasar yang mengangkat tema "SOUL KEEPER" Idenya fresh dan baru banget. Aku aja tau soul keeper dari novel ini. Ide novel ini gak kalah keren dari ide film drama Korea "My Love from star."
3. Gaya tulisannya ringan, ngalir dan mudah dipahami
4. Aku suka karakter-karakter di novel ini. Dita bukan cuma menuliskan kelebihan tokoh namun juga menuliskan kebiasaan tokoh. sehingga tokoh berasa hidup
5. Aku suka Dita pintar memainkan semua tokoh, sehingga di novel ini tokohnya nggak ada yang mubazir alias numpang lewat tok.
6. Aku suka Dita pintar pembaca penasaran. Awalnya aku penasaran soulkeeper itu apa sih? rasa penasaran itu membuat aku terus buku ini. Penjelasan tentang soul keeper ada di hal 98, namun penjelasan itu cuma setengah doang. Dan kemudian penjelasan secara panjang lebar ada di menjelang ending.


Nah, sekarang aku menyebutkan beberapa hal yang tidak aku sukai.
1. Aku kurang sreg ada nama "Jason." menurutku kurang cocok aja sih nama Jason, ada di Korea.
2. Aku kurang sreg sama kalimat, "Tidak bisa! Aku tidak bisa tinggal dengan hantu sepertimu di rumahku." coba deh kalau kalimat diganti menjadi, " "Tidak bisa! Aku tidak bisa tinggal serumah dengan hantu sepertimu."
3. Kadang aku menemukan kata "memerhatikan." tapi kadang aku menemukan kata "memperhatikan." nggak konsisten banget kan?


Oke, seluruhan naskahmu keren Dita. Aku memberikan 4 bintang 
    
   

Jumat, 20 Februari 2015

Review novel "Prawedding Test" Karya Om Wenda

Saat aku membuka mata dari tidur panjang selama 6 jam, hal yang pertama kulihat adalah bingkisan berbungkus kertas motif batik. Dan begitu dibuka ternyata isinya novel prawedding test. abis mandi langsung deh foto selfie bareng bukunya tapi sayang im3ku lagi lemot dari tadi upload foto sampe sekarang lum nongol di beranda. Thanks om Wenda Koiman
sebagai rasa terima kasih  kureview novelnya. boleh kan? pasti boleh dong. hihihi tapi review ala kadarnya aja ya. Aku nggak pinter dalam review novel. Paling aku bakal nulis sinopsis, kelebihan dan kelemahan novel aja. Cekidot!
Judul : Prawedding Test
Penulis : Wenda Koiman
Tebal : 173 hal
Tanggal terbit : Februari, 2015
ISBN : 602-108745-3

Sinopsis :
Menyematkan cincin pertunangan di jari manis calon pasangan kita adalah sesuatu yang indah dan sangat di nanti. Bahkan bagi beberapa orang, ini bisa senjata ampuh untuk menangkal pertanyaan paling jleb: "Kapan Kawin?"
Yup, masa-masa ini sangat indah menurut khayalan para lajang. Apkah anda tahu, salah satu masa yang terberat menguji cinta dan hubungan kita adalah justru di detik-detik pernikahan? Kisah masa lalu yang tiba-tiba muncul, over intervensi keluarga, keinginan yang berbeda untuk konsep wedding party, bahkan sampai pertanyaan terberat: benarkah kita sudah siap menerima calon pasangan untuk mendampinginya seumur hidup dengan segala kekurangannya?
Pre-Wedding Test bercerita tentang Andra dan Gina, sahabat sekaligus kekasih yang selama delapan tahun melalui hubungan dengan sangat baik-baik saja. Mereka kemudian bertunangan. Selain kebahagiaan yang dirasakan, ada sedikit 'keraguan', apakah mereka benar-benar yakin dengan pasangan yang dipilih? Bagaimana jika  ternyata jodoh mereka adalah sosok lain di luar sana? Mereka lalu sepakat melewati sebuah ujian bernama 'Pre-Wedding Test'. Satu fase yang dalam masa itu, mereka gak saling komunikasi, boleh melakukan apapun, dan dekat dengan siapapun.
Kalo foto Pre-Wedding, itu udah biasa, hampir semua calon pengantin melakukannya. Tapi Pre-Wedding Test? Ummm, silakan mencobanya!

Sekarang aku mau menyebutkan beberapa kelebihan di novel ini yang aku suka :
1. Aku suka ide ceritanya yang sederhana tapi fresh.  Rasanya belum ada deh ide cerita ini di layar lebar atau ftv-ftv. Semoga novel ini nanti akan diangkat ke layar lebar atau ftv.
2. Aku suka sama gaya bahasa yang ringan, mudah dipahami dan ngalir kayak sungai di depan rumahku. Saking ngalirnya a
2. Aku suka nama tokohnya yang sederhana, nggak bikin lidah keseleo ngucpinnya. Adapun nama-nama tokohnya : Gina, Andra, Nino, Nisa, Sandra, tapi ada satu nama tokoh di novel ini yang bikin aku mengerutkan dahi yaitu "Tifanny Sastro Wardoyo." Feelingku mengatakan om Wenda itu belum moveon dari Dian Sastro, makanya tokoh novelnya dikasih nama yang mirip ma nama Dian Sastro. eh? *plak. hihihi
3. Aku suka karakternya sesuai dengan nama tokoh. Contohnya Gina, karakternya bawel. Tanteku namanya juga Gina, terus karakternya juga bwel jadi sesuai banget kan? *gak penting
Aku juga suka karakter Andra walaupun dia hobby main ps, ngerokok, suka denger curhatan bapak-bapak lain dan agak mesum tapi setidaknya karakter Andra, nggak semesum Doni, karakter di novel Mengejar Malam Pertama. Dan Andra tahan sama kebawelan pacarnya.
4. Aku suka sama qoutes-qoutes yang bertebaran di novel ini. Adapun qoutes-qoutes yang aku suka antara lain :
"Kata merit dan kata bahagia belum tentu satu paket."
"Pria adalah bayi berkumis yang sampai kapanpun tetap menyukai perminan anak-anak."



Yang namanya karya sama seperti manusia, tak ada yang sempurna. Di novel ini aku menemukan beberapa kekurangannya. Antara Lain :
1. Om Wenda sering meletakkan tanda baca setelah tanda kutip akhir. Salah satunya di kalimat, "Jadi.. kata merit dan kata bahagia belum tentu satu paket. Be were!", tegas Revy.
Lagian udah ada tanda seru, ngapain dikasih koma lagi? Dan tanda titik dua kayaknya gak ada deh dalam EyD bukan Ejekan yang Dalem loh ya. Adanya itu titik tiga yang biasa disebut elipsis. 

2. Aku merasa janggal sama kalimat, "Tanganku dengan cepat kutarik di meja meja sebelum Revy melihat cincin pertunangan dan ceramah lebih banyak merujuk kedua cerita tadi."
Coba kalau direvisi menjadi kalimat, "Dengan cepat aku menarik tangan ke bawah meja agar Revy tak melihat cincin pertunangan dari Andra. Bisa-bisa dia akan ceramah panjang lebar merujuk kedua cerita tadi."

3. Masih sering keseleo di EyD. Di+kata tempat, ke+kata tempat di novel PWT banyak yang disambung padahalnya seharusnya wajib dipisah. Justru di+kata kerja, ku+kata kerja di PWT malah dipisah seharusnya disambung

4. Nama gue nggak ada di ucapan terima kasih. wkwkwkwk
over all, novelnya keren. Gue suka. Jika harus memberi bintang, maka aku akan beri bintang 3,5.  Semangat om Wenda. Aku tunggu novel sampean selanjutnya. *lebih tepatnya nungguin giveaway lagi hahahaha



Minggu, 15 Februari 2015

Demam Microsoft Word

Jika seorang penyanyi biasanya sebelum perform itu mengalami demam panggung. Begitu juga dengan penulis, sebelum menulis pasti pernah mengalami demam juga. Tapi bukan demam panggung namanya melainkan demam microsoft word. Hah? Demam microsoft word? Penyakit apaan tuh?
Demam microsoft word itu, penyakit yang bikin otak blank saat membuka microsoft word. Padahal sebelum buka, dah punya tekad kuat untuk nulis hari ini. Ujung-ujungnya cuma bengong di depan microsoft word.
Ada 2 faktor kenapa mengalami demam Ms.word ini :
  1. Kamu terlalu sibuk memikirkan nulis cerita yang 'wah' padahal nih yeee novel bestseller yang difilmkan itu ceritanya sangat sederhana. Hanya saja judulnya yang unik dan bikin penasaran. Jadi untuk mengatasi hal ini, mulai lah menuliskan kisah-kisah sederhana. Lama-lama juga nanti akan jadi kisah luar biasa, yang penting kamu nulis dulu hari ini.
  2. Kamu bingung bikin opening yang keren. Sebuah opening cerita memang penting, sebab biasanya mayor label menilai nskah itu dari openingnya dulu. Tapi yang namanya opening bisa diotak-atik lagi setelah tulisanmu kelar.
Daripada kamu bengong di depan ms.word bisa bikin kesambet atau ayam tetangga mati. Coba kamu hirup napas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Setelah itu letakkan jari-jarimu di atas keybord pc. Tulislah apa yang ada di kepalamu. Nah, jika masih bingung mau nulis apa gunain teknik idiom spontan. Caranya?
Kamu amati barang-barang yang ada di sekitarmu, lalu ambil kata kerja dan sifat. Misalnya : telur busuk, jaga warung, bau. Lalu kamu susun 3 kata itu menjadi kalimat, tapi nyusunnya secara spontanitas.
Sehingga menjadi, "Hal paling malas aku lakukan di dunia ini adalah jaga warung, sebab di lantai warung bertebaran telur busuk yang baunya bisa bikin muntah."
Kalau kamu sudah berhasil bikin 1 kalimat opening, insha Allah seterusnya akan lancar dengan sendirinya.

Selasa, 10 Februari 2015

Jadwal Seorang Ariny NH Sehari-hari.

Jika ada seorang penulis yang bilang, "Nggak ada waktu buat nulis." Maka aku akan langsung jawab, "Bulsyit."
Waktu dalam sehari itu kan 24 jam, masa sama sekali nggak ada waktu buat nulis? Emang kamu hidup di zaman penjajahan? Siang malam harus kerja rodi? Bagi seorang penulis waktu selalu ada untuk menulis, hanya saja rasa malas lebih besar sehingga menutupi waktumu. Yuk, sisain satu jam aja untuk menulis.
Seperti halnya diriku melakoni 4 profesi sekaligus : editor, bikin cover, ngurus penerbitan indie, ngurus Arsha cellprint tapi masih tetap bisa menulis kok. Nyari gratisan dengan mengikuti giveaway ntah itu di facebook ataupun twitter. :v
Aku akan beberin jadwalku sehari-hari. :
Pukul 06.00-12.00 itu jadwalku tidur
Pukul 12.00-13.30 itu jadwalku mandi, sholat, makan
Pukul 14.00-18.00 itu jadwalku di depan komputer. Ntah ngurus Arsha cellprint (isi lagu dan cetak foto), brosing google ntah itu nyari ilmu pengetahuan baru, nyari EyD, nyari gosip, nyari daftar penerbit mayor, dll. Ngebaca naskah event yang masuk ke email, bikin cover. Nyari gratisan dengan mengikuti berbagai giveway ntah di fb, twitter atau blog.
18.00-00.00 itu jadwalku mandi sore, sholat, makan dan nonton tv.
00.00-05.00 itu jadwalku nulis novel, ngedit naskah orang, donload lagu dan nonton film. (jam segini loadingnya cepet banget dan masuknya di kouta bonus.)

Jumat, 06 Februari 2015

Aku dan Orang-Orang Keren

Jika dulu sekitar tahun 2005-2009 aku ditanya profesi apa paling keren maka aku akan jawab, "Jadi penyiar radio."
Cita-citaku dari dulu ingin jadi penyiar radio. Karena bagiku penyiar radio itu keren, sebab bisa bikin orang tadinya galau jadi ceria. Terbukti saat aku galau ditinggal mas Adit, aku dengar radio kesedihanku sedikit berkurang.
Tapi sekarang saat aku ditanya profesi apa paling keren, maka aku akan jawab "Jadi penulis."
Kenapa? Walaupun jadi penulis itu hasilnya nggak seberapa, lebih sering makin hati mulu karena ditolak penerbit mayor terus tapi tetap aja keren. Alasannya ada 4 :
  1. Hanya dengan menulis namamu akan abadi walaupun ragamu sudah lama tak berpijak di bumi lagi. Contohnya Motinggo Busye, penulis novel 7 Manusia Harimau.
  2. Menulis bisa bikin otak pinter. Jadi penulis harus rajin membaca. Nah, dengan membaca itu pengetahuan kita semakin bertambah luas.
  3. Bisa balas dendam ke orang yang kita benci. Biasanya aku kalau benci ma orang, balas dendamnya lewat naskah. Aku jadiin dia tokoh utama lalu kubunuh dia dengan cara mengenaskan.
  4. Terapi hati. Saat aku galau biasanya lampiasin ke naskah, dan menulis bisa bikin kegalauan menjadi hilang dan bisa jadi duit pula.
  5. Dengan menulis, bisa nambah banyak teman. Aku yang tadinya ngumpet di kamar denger lagu galau, setelah jadi penulis aku dipertemukan dengan orang-orang keren. Siapa aja mereka? 
 Aku dan Pak Abdurrahman El-Husaini. Siapa sih beliau? Beliau adalah penulis puisi terkenal di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Beliau sering menerima penghargaan dari bupati dan Gubernur Kalsel.


Aku dan Bang Harie Insanie Putra. Siapa sih Bang Harie? Beliau adalah juara 2 lomba menulis sastra 2014 di Kalsel. Cerpen-cerpennya sudah banyak dimuat di berbedai koran.

Aku dan mbak Asma Nadia. Siapa sih yang nggak kenal mbak Asma Nadia? Yang nggak kenal kebangetan. Beliau penulis 49 buku best seller. Kalau yang nggak tau mbak Asma Nadia coba deh nonton sinetron Catatan Hati Seorang Istri dan Aisyah Putri Jilbab In Love.
aku bersama 20 orang inspirartif di seluruh indonesia pilihan kompas dan telkomsel.
aku makan malam bersama direksi kompas dan direktur utama telkomsel
Aku di Hitam Putih, foto bareng ma Deddy corbuzier, chika jessica, Choky sitohang, pak waluyo

 Aku bersama Pak Wakil Gubernur Kalsel dan orang-orang berprestasi di kalsel dalam  acara "Panggung Prestasi Anak Banua TVRI
With Mas Agus Sasirangan, runnerup MasterChef Indonesia seaslon 1




The next target pengen dipertemukan dan foto bareng dengan Pak Jokowi, Tere liye, Agnes davonar, Raditya dika, Mom Fit, Ilana tan, Stephanie zhen, Pak Edi Akhiles, om Wenda, om Raja, Ammar Zoni dan pastinya aa Pasha.

Kamis, 05 Februari 2015

Antologi Cerpen Terbaruku : Sakitnya di Sini

Halo Ariny Holic (sebutan pembaca novelku) bagi kalian yang sudah kangen berat pengen baca karya terbaruku, mending kalian beli buku antologi ini dulu. Di buku ini ada karyaku loh. Buku ini nantinya akan beredar di Gramedia seluruh Indonesia, namun beredar penerbit buka preorder dulu. Makanya buruan order!


Telah Terbit! Pembelian 10 buku gratis ongkir ke seluruh Indonesia.

Sakitnya di Sini (Mayor)
Copyright © 2015 by Penatic
100 hlm; 13 x 19 cm

Editor: Lavira Az-Zahra
Layout: Lavira Az-Zahra
Design: Lavira Az-Zahra
ISBN: 978-602-0937-37-3

Cetakan pertama, Februari 2015
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

Penerbit:
Pena House
Jalan KNPI Gg. Cendrawasih,
Bangkle, Blora, Jawa Tengah, 58200.
Phone: 08995718264
Email: azzahra.house834@gmail.com
Website : www.penahouseagency.blogspot.com

Harga:
35ribu (umum)
30ribu (penulis)

Pemesanan: via sms atau whatsapp ke no 08995718264.
Format: STDS#1_Nama_Alamat lengkap_Jumlah buku yang dipesan

Testimoni dari para pembaca:
"Membaca STDS bagai mendengar curhat teman-teman dekat, natural dan apa adanya. Namun tetap sarat hikmah…Bacalah, temukan indahnya kosa kata dari para penulisnya."
Riyanto El Harist
Novelis/Penulis
buku “KUDEKAP IBU DISISI BAITULLAH”

"Dari pada galau, luangkan waktu Anda untuk membaca Antologi Cerpen ini. Kalau tidak bisa tersenyum, maka segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat, hehehehe..." Haidar Hibsy Ifala (Penulis Novel MDT yang kata orang "Subhanallah bangets... ")

Seputar sakit hati masalah cinta selalu menarik untuk dibaca karena memang bisa terjadi oleh siapa saja, Sakitnya Tuh Di Sini di buku kumpulan cerita pendek ini ringan, meskipun seputar sakit hati tapi menghibur apalagi kalau kita pernah mengalami namanya disakiti, karena memang itulah cinta kalau kita siap bermain cinta tidak hanya keindahan saja tapi juga menerima rasa sakit juga sebagai konsekuensi. (Nenny Makmun_Penulis Novel Dalam Sebuah Kloset)