Jejak-jejak Karyaku

Rabu, 06 April 2016

Semakin Seseorang Menaiki Tangga Kesuksesan Maka Makin Banyak Orang Bleeh yang Muncul di Hidupnya.





                Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Yang artinya semakin seseorang menaiki tangga kesuksesan maka makin banyak orang bleeh yang muncul di hidupnya.
*peribahasa versi baru ala gue. Peribahasa itu sesuai dengan apa yang aku alami saat ini. Sebelum aku jadi penulis hidupku adem ayem. Jarang banget emosi naik dan ngedumel di facebook. TRapi sejak jadi penulis, terlebih disorot media cetak atau tv banyak aja orang bleeh yang  aku temui.

 
Pertama-tama aku dihadapkan sama penerbit PHP (BACA : UNEK-UNEKKU DI LINK  http://arinynurulhaq91.blogspot.co.id/2015/10/penerbit-php-pemberi-harapan-palsu.html), kedua dihadapkan event nggak jelas endingnya (BACA : UNEK-UNEKKU DI LINK http://arinynurulhaq91.blogspot.co.id/2016/02/kasus-si-rio.html) dan teman MI-ku pun sekarang menjelma jadi bleeh juga  (BACA : UNEK-UNEKKU DI LINK http://arinynurulhaq91.blogspot.co.id/2016/01/cari-masalah-sama-gue-kelar-idup-lo.html)
Kemarin pada tanggal 5 April 2016 aku kembali dihadapkan sama orang bleeh. Sebut aja namanya si M. Sebenarnya dia bermasalah sama Virra, pimred Pena House tapi ujungnya bikin aku kesel. Loh, kok bisa?
 Jadi gini ceritanya. Awalnya aku liat status dia yang ngetag akun Dhesfi Pressindo (Lini PH juga). Nih, aku screenshotin statusnya.

Saya ikut lomba iven terbit gratis Mukrodim yang diumumkan. Dhesfi Pressindo. Naskah jadwal terbitnya tgl 29 maret 2016. diundur tanggal 30 Maret 2016. Tapi, sampai sekarang belum terbit juga. Jadi, saya tanya pada yang punya nama Virra Mygiesha. Saya pikir dia pimpinan dari CV. Pena House. Saya tanya baik-baik. Tapi, dia jawabnya kasar sekali. Apakah salah saya bertanya tentang naskah saya? Hanya karena bertanya, perempuan yang bernama Virra itu bilang. SAYA SEDANG SAKIT. DEngan huruf besar semua. itu pertanda dia jawabnya kasar. lalu saya bilang. JANGAN MARAHLAH. Eh, dia bilang OK saya cancel. Semudah itukah membatalkannya? Dimana pertangung jawabannya? Saya dapat info dari Dhesfi Pressindo. bagaimana pertangung jawaban Pimpinan?
Aku yang udah kenal Virra sejak 3 tahun yang lalu, coba meluruskan. Aku koment statusnya kek gini.  customer harusnya mengertilah. orang sakit mah bawaannya sensi. Kayaknya sampean kudu ke psikolog deh biar lebih ngerti karakter orang lain.
Penulis dan penerbit itu saling membutuhkan. Aku ingetin dia biar lebih ngertiin kondisi penerbit eh malah semprot juga.
Yang namanya lagi pusing, banyak masalah terlebih kalau lagi dapet wajarlah uring2an. Apalagi kamu nanyain apa yang udah jelas tertulis.
Lagian make caplok bukan berarti dia karakternya kasar. Bisa jadi itu penekanan atau keybord jebol caploknya colonthree emotikon
Ah, mbuhlah. Intinya penulis dan penerbit kudu memahami kondisi masing2.
Kalau mau nanya liat situasi. Udah ada pengumuman kenapa jadi diundur belum? Aku kenal vira 3 tahun lebih. Kamu gak kenal dia sama sekali. Kalau dia sehat juga dilayani demgan baik kok. Sebagai penulis juga gak menunjukkan attitude baik. Dengan gampang menjudge orang.”

                Ujung-ujungnya dia malah kena semprot. Koment pertama kek gini, Kamu yg ke psikolog nggak tau masalah pake ikutan komen. Udah jelas aku bilang. Sakit bukan alasan bersikap kasar. Dia bukan sekali saja seperti itu. Waktu aku tanya tentang konfirmasi naskahku. Jawabannya pun kasar. Itu dia lagi sehat wal'afiat.
                Koment kedua. “Aja Muliana Inti dari statusku. Biar sikapnya yang kasar dan merendahkan penulis yg ikut terbit gratis sadar, Insyaflah kalau sudah bersikap tidak baik pd orang apalagi yg cuma knal mlalui fb.
                Aku tanyain Vira, dan kata vira dia kayak gitu karena tersinggung sama pertanyaan dia. Di bagian “Nggak ada kabar.” Pertanyaannya itu seolah-olah Virra kabur, padahal Virra selalu update status tentang event yang dia tangani. Virra juga mengirimkan screenshot obrolannya dengan orang lain. Yang nanya baik-baik, pasti Virra jawabnya baik pula.

                Penerbit dan penulis itu saling membutuhkan. Jadi, saling mengertilah kondisi dan karakter masing-masing. Si penulis juga harusnya kalau mau nanya tentang nasib naskahnya, coba  pikirkan dulu pertanyaan yang akan diajukan. Kira-kira pertanyaan itu menyinggung hati penerbit nggak sih? Kalau sudah ada pengumuman perkembangan event di status ownernya, nggak usah nanya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar