Curhatan gue
Hay Diariku Tercinta!
Gue lagi bête nih! Gue boleh
curhatkan ma loe? Boleh dong! Oke, sebelum gue curhat gue mau memperkenalkan
diri gue dulu. Nama asli gue itu Ariny Nurul Haq yang artinya adalah
Pelindungku Cahaya Kebenaran. Tapi gue biasa dipanggil Ririen Narsisabiz, itu
karena sifat gue yang narsis abiz. Gue itu dah 17 kali patah hati. Padahal gue
pacaran di dunia nyata baru 2 kali yaitu pacaran mas Adit dan Rayhan. Gue patah
hati ma mereka berdua karena keadaan memaksa harus mengakhiri hubungan. Kalian
pasti bingung gue pacaran baru 2 kali, terus 15 kali patah hatinya karena apa?
Nih gue jawab 15 kali patah hati karena Cinta
gue bertepuk sebelah tangan! Selera gue
ketinggian kali ya, jadi gue enggak bisa menggapai cinta itu? Harapan emang
enggak sesuai kenyataan! Asal kalian tau stype cowok idaman gue unik, beda dari
yang lain. Type cowok idaman gue diantaranya adalah: Pertama wajahnya tampan
sekaligus cantik. Bukan berarti banci di lampu merah ya, tampan sekaligus
cantik yang gue maksud itu seperti wajahnya oppa Rye Wook Super Junior, Rangga
Smash, dan sejenisnya. Yang kedua bibirnya menggoda iman, kaya bibirnya cowok
berinisial R. Cowok berinisial R yang gue maksud Rangga, Rye Wook, Rezky
Aditya. Yang terakhir adalah suaranya bisa buat hati gue cenat cenut. Nah yang
terakhir ini enggak semua cowok bisa buat gue cenat-cenut. Kalau ada cowok yang
nelpon gue tapi suaranya enggak bisa buat gue cenat-cenat, maka telponnya
langsung gue matiin.
Eh, diari. Loe tau enggak mala mini
gue lagi kangen banget ma seseorang? Gue kangen bukan ma mas Adit atau Rayhan,
tapi gue kangen sama seseorang yang bisa buat hati gue cenat-cenut. Heran gue,
dari sekian banyak cowok yang nelpon gue cuma dia yang bisa buat hati gue
cenat-cenut. Kalau ingat suara tu cowok gue jadi senyum-senyum sendiri. Ada
enggak obat yang bisa menghilangkan rasa kangen ma tu cowok? Kalau ada dimana
belinya? Gue enggak tega nyakitin hati mas Adit. Masa gue balikan ma mas Adit,
tapi yang gue kangenin itu orang lain. Orang yang enggak pernah cinta ma gue.
Lebih parah lagi orang itu dah punya cewek.
Diari udah dulu ya curhatnya! Gue
mau nonton konser SMTOWN, secara gitu loh ada my lovely oppa Rye Wook.
Martapura, 25 September 2012
Martapura, 25 September 2012
Hay Diariku tercinta!
Sorry banget, gue baru bisa nyentuh loe. Kemarin-kemarin gue
sibuk garap novel. Eh diary gue lagi kesal nih, gue boleh curhat ma loe kan?
Boleh dong! Loe kan diciptakan untuk menampung curhatan orang yang beli kamu!
Oke, langsung aja gue curhatnya.
Tadi pagi gue di telpon ma nomor enggak dikenal, gue kira
itu nomor penerbit major, ngabari novel gue. Soalnya dah 3 bulan lebih novel
gue enggak ada kabarnya. Gue angkat aja itu telpon, eh taunya orang yang ngajak
nelpon mau ngajakin kenalan. Berhubung orang nelpon gue suaranya enggak bisa
buat hati gue cenat-cenut, makanya telponnya gue matiin! Beberapa saat kemudian
dia sms gue isi smsnya. S0MB0NG B4NG3T S!H J4D1 OR4NG! enggak gue bales smsnya.
Eh, dia sms gue lagi isi pesannya sama. Berhubung gue kesal, gue balas smsnya,
isi smsnya. MAAF, SAYA MALES NGALADENIN ANDA. ENGGAK PENTING! MENDING GUE GARAP
NOVEL, DARIPADA TELPONAN MA ANDA! KALAU SMS SAYA TOLONG MENGGUNAKAN EJAAN
BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR! NO ALAY! Gue sengaja ketikan smsnya huruf
besar semua biar dia sadar kalau gue marah. Eh, dia malah balas sms gue dengan
kata-kata jorok dan nyumpahi gitu. Nah lho siapa yang salah coba? Gue kan
ngomong jujur apa adanya! Kalau sms sekali sih gak masalah, nah dia sms 50 kali lebih. Tu orang enggak ada
kerjaan apa ya? Rajin banget sms gue. Help me gue harus gimana? Pengen ganti
card tapi sayang takutnya ntar penerbit nelpon gue ntar nomor gue gak aktif!
Pusing gue diteror mulu! Gini nih nasib terlahir jadi cewek cantik, imut nan
chubby, banyak yang neror. Padahal aslinya dia ngefans ma gue tapi dia malu
ngakui jadinya malah neror gue!
Kenapa banyak orang tua yang tak merestui anaknya menikah
dengan pujaan hatinya? Termasuk gue juga merasakan CINTA TAK DIRESTUI. Kata
orang tua tak merestui demi kebahagiaan sang anak, bukannya kebahagiaan orang
tua melihat anaknya bahagia? Salah satu membuat sang anak bahagia adalah
menikah dengan pujaan hatinya? Orang tua egois hanya memikirkan perasaannya
sendiri, tanpa memikirkan perasaan sang anak.
Alasan orang tua tak merestui anaknya menikah dengan pujaan
hatinya antara lain:
1.
Perbedaan kasta, harta, status jabatan. Kenapa
sih masih ada aja orang tua yang mencari menantu harus sederajat? Bukannya
harta, status jabatan tak bisa menolongnya di akhirat? Seharusnya orang tua itu
mencari menantu yang sholeh atau sholeh.
2.
Perbedaan agama.
3.
Perbedaan fisik. Orang yang memiliki kekurangan
fisik dianggap tidak pantas menjadi menantunya. Yang menikahkan anaknya ke
orang tuanya yang repot? Anaknya aja tulus mencintai pasangannya apa adanya,
kenapa orang tuanya tak bisa menerima calon menantu apa adanya? Orang cacat kan
jauh lebih hebat daripada orang normal tapi tak memiliki hati.
Segala perbedaan bisa disatukan dengan cinta. Kunci
kebahagiaan cinta adalah saling melengkapi dan menutupi kekurangan pasangannya.
Cinta tidak akan datang jika kita menunggu orang yang sempurna, tapi cinta akan
datang jika kita menerima ketidaksempurnaan tersebut dan mencintainya dengan
cara yang sempurna. Jadi para orang tua atau calon orang tua bila anaknya ingin
menikah dengan pujaan hatinya yang sholeh atau sholehah, restuilah. Yang
menjalani rumah tangga sang anak, sang anak juga tau yang mana yang pantas
menjadi pasangannya atau tidak. Bila orang tua memaksa anaknya menikah dengan
orang yang tidak dicintai sang anak, maka rumah tangga sang anak takkan
bertahan lama. Kayak rumah tangganya mas Adit yang bertahan Cuma 2,5 tahun,
ujung-ujungnya cerai karena mas Adit hanya mencintai gue.
Dear Diary :
Gue itu iri banget ma penulis-penulis
muda lainnya, di novel mereka itu ucapan
terimakasih yang kedua setelah terima kasih kepada tuhan, pasti buat kedua
orang tua. Orang tua mendukung mereka jadi penulis. Sedangkan gue, tiga novel
gue ucapan terima kasih yang kedua buat mamah Fitria, bibi jamu Desi, si Eda
dan mas Rif’an. Karena mereka yang selalu mendukung dan member semangat ke gue.
Gimana gue mau mencantumin orang tua gue di ucapan terima kasih. Orangtua gue
aja gak pernah mendukung gue jadi penulis. Boro-boro mendukung gue jadi
penulis, mengamini novel gue terbit di major aja gak pernah. Orangtua gue itu
berpendapat pekerjaan menulis, gak layak, sia-sia, buang-buang waktu. Malah
lebih parah lagi orangtua gue nyuruh gue cepat kawin, katanya anak cewek itu
gak usah berkarier ujung-ujungnya masuk dapur dan melayani suami. Apa karena
gak dapet restu orangtua ya naskah gue
selalu ditolak penerbit major? Benar sih jadi penulis gak langsung dapet duit,
tapi kan di dunia ini gak ada yang instan, semua perlu proses. Please deh, jadi
orangtua jangan egois. Anaknya mau kerja apa aja yang penting halal, harusnya
didukung bukan ditentang. Kalau anaknya sukses kan uangnya juga buat orangtua. Kapan
hati orangtua gue itu terbuka dukung karier gue? Gue kan pengen punya orangtua
yang mendukung karier gue. Disaat naskah gue ditolak penerbit, orangtua ngasih
semangat ke gue.
Martapura, 29
Oktober 2012