Jejak-jejak Karyaku

Kamis, 17 Juli 2014

Menjadi Penulis Perlu Ekstra Kesabaran

Zaman sekarang (tahun 2014) dunia perbukuan Indonesia semakin maju. Banyak anak-anak muda yang ingin penulis. Ya, menjadi penulis termasuk mulia. Kita bisa berdakwah dan menginspirasi banyak orang hanya melalui tulisan. Tapi perlu kamu ketahui menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Menjadi penulis itu perlu ekstra kesabaran. Sabar saat menulis ratusan halaman, sabar saat menghadapi penolakan penerbit mayor, sabar menunggu buku terbit bahkan sampai buku terbit pun kesabaran penulis pun masih tetap diuji. Yaitu sabar saat mendapat kritikan, sabar saat menghadapi pembaca yang bawel dan sabar menahan emosi (bagian ini jujur gue sendiri belum bisa mengusainya).
Kemarin emosi gue naik lagi gara-gara membaca sebuah status yang isinya ""lebih bodoh lagi orang yang ngasih buku gratisan" dan dia juga mengatakan di komentar status itu. Isinya "penulis yang memberi novelnya secara gratis ke orang sama aja gak menghargai karyanya sendiri"
Siapa coba penulis yang gak tersinggung membaca status kayak gitu? 
Gue share statusnya, gue bilang tersinggung sama tulisan di statusnya. Selain itu gue juga update status yang isinya  "nggak habis pikir ada penulis yang mengatakan di sebuah statusnya "lebih bodoh lagi orang yang ngasih buku gratisan" dan dia juga mengatakan "penulis yang memberi novelnya secara gratis ke orang sama aja gak menghargai karyanya sendiri"
OMG, HELLO.
nih ya gue kasih tau penulis saat menerima 10bukti terbit dari penerbit mayor, bahagia bukan main. wajar kalo penulis ingin membagi kebahagiaannya dengan memberi buku gratis ke temen2 akrab atau melalui giveaway. niat baik memberi kok malah dikatain yang macem2? sudah lupa sama hadist yang berbunyi "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah"

tujuan gue sebenarnya kayak gitu biar dia meralat kalimatnya yang nyinggung penulis suka berbagi. Eh, taunya dia malah ngatain gue 'bodoh' karena gak tau maksudnya.
Hello, tanpa dia kasih tahu juga gue dah tahu maksud tulisannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah BIAR BUKU TERBITANNYA LAKU. Tapi kalimatnya menyinggung semua penulis yang suka berbagi.
Berarti dia nggak bisa menerima kritikan orang. Inget, semua tulisan kita (termasuk status) bisa ditafsirkan orang bermacam-macam. Kita sebagai penulis juga nggak bisa maksain orang mengerti dan memahami maksud tulisan kita. Penulis yang baik itu harus legowo menerima berbagai kritikan dan berusaha memperbaiki tulisan di kemudian hari bukan malah ngatain orang. 
Semoga yang ingin menjadi penulis memiliki ekstra kesabaran. Tetaplah semangat menjalani berbagai ujian. Dan jangan lupa berdoa, segala yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar