Jejak-jejak Karyaku

Sabtu, 01 Februari 2014

Kisah Hidupku di Muat di Koran lokal Banjarmasin post

Semoga bisa menginspirasi kalian!

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUATU siang pada pekan lalu. Sembari duduk lesehan, Ariny NH serius memelototi komputer di rumahnya yang berdinding papan dan kayu di Jalan Martapura Lama Desa Keramat Baru, Banjar. Sesekali dia membuka buku, kemudian mengetik lagi.
Tidak ada yang istimewa di ruang itu. Selain komputer yang dilengkapi, hanya ada kipas angin kecil untuk mengusir gerah. Tidak berselang lama, Ariny bergerak menuju dapur. Hendak mengambil camilan. Dia tidak berdiri lalu berjalan, tetapi mengesot.
Ya, dia memang seperti yang lain. Sejak lahir, perempuan berusia 22 tahun itu mengalami cacat pada kakinya. Namun itu bukan penghalang baginya untuk berkarya. Putri pasangan Muslim dan Aidatun itu telah ‘melahirkan’ banyak buku. Kebanyakan novel.
Ada keunikan pada tokoh utama di novel-novel karya perempuan yang lahir di Solo, Jateng, 16 September 1991 itu. Dia pasti seorang penyiar radio. Mengapa? Ternyata, penyiar radio adalah cita-cita Ariny yang hingga kini belum terwujud.
Keinginan itu begitu besar. Namun, Ariny harus memendamnya karena menyadari sulit menjadi penyiar radio hanya berbekal ijazah madrasah tsanawiyah (setara SMP). “Saya tidak melanjutkan pendidikan karena nggak mau terus merepotkan orangtua. Cukup 9 tahun, mereka antar-jemput sekolah, “ tegas dia kepada BPost, kemarin.
Berhenti sekolah bukan berarti perempuan pengidola Pasha Ungu itu lantas berdiam diri dan menggantungkan hidup ke orang lain. Dia justtu menancapkan tekad untuk hidup mandiri. Caranya, berkarya melalui tulisan.
Menurut Ariny, menulis bisa dilakukan di mana saja. Dan, melalui menulis, dia bisa mencurahkan isi hari, baik sedih maupun senang ke tulisan. Sejak 2010, Ariny memantapkan diri memilih hidup melalui jalan menulis.
“Sebenarnya saya senang menulis sejak SD (sekolah dasar) karena sering membaca majalah BOBO. Tetapi tulisannya masih kacau balau, juga belum tahu caranya mengirim tulisan ke media,” kata dia.
Semangat menjadi penulis kian bergelora tatkala dia bertemu seorang penulis yang karyanya kerap dijadikan bahan cerita di film televisi (FTV), Fitria Pratnasari. Dari Fitria, Ariny mendapat banyak ilmu tentang penulisan.
Meski sudah menerjuninya sejak 2010, namun Ariny baru menulis novel pada dua tahun kemudian. Itupun digarap keroyokan bersama dua temannya. Judulnya, Ketika Cinta Semerah Darah. Namun, selalu ditolak saat ditawarkan ke penerbit.
Ariny tidak putus asa. Dia terus berusaha. Menulis dan menulis. Juga bergabung kebeberapa grup penulisan untuk menggali dan berbagi ilmu. Dari situlah, dia melangkahkan tekad memasuki dunia penerbitan indie.
Perjalanan tidak lantas memudah. Banyak aral yang dihadapi. Ketika ada karyanya yang diterbitkan, bukan jaminan dibeli orang. “Karena itulah mamaku sempat ngomel, ngapain aku menjadi penulis tetapi tidak mendapat duit. Mending aku menikah agar hidup terjamin,” ucapnya sambil tersebut.
Apa jawaban Ariny? Kepada mamanya dia menegaskan, baru akan menikah kalau novelnya bisa dijual di Toko Buku Gramedia.
“Padahal saat itu saya juga mikir. Bagaimana jika tidak pernah dijual di Gramedia. Aku kan tidak akan menikah. Bayangkan, enam novel selalu ditolak. Ada teman mengatakan saya harus memperbanyak membaca buku. Tetapi itu kan sulit, di Martapura tidak ada Toko Buku Gramedia. Kalau ke Banjarmasin, perlu uang,” ujar dia.
Semangat dan tidak putus asa menjadi pemacu Ariny untuk terus berkarya. Puluhan kali penolakan dari penerbit bukanlah tembok penghalang. Perjuangan itu membuahkan hasil pada Maret 2013. Naskahnya disetujui suatu penerbit, yang pernah 8 kali menolak naskah tulisannya. Tiga bulan kemudian, novel berjudul Kukembalikan Cintamu itu terbit. Dan, suprise.... dijual di Toko Buku Gramedia.
Keberhasilannya menembus Toko Buku Gramedia tak hanya membahagiakan Ariny. Sang ibu pun gembira. Bahkan, dia tidak segan-segan memberitahu tetangga. Bagi Ariny, keberhasilannya seakan membawa makna bahwa: terkadang kesuksesan baru bisa dicapai di saat rasa menyerah itu menggoda. (lis)
Terus berkarya
- Kuntilanak Gaul (Deka Publisher, 2012)
- Di antara Dua Pilihan (Deka Publisher, 2012)
- Ketika cinta semerah darah (GP Publishing, 2012)
- Love Storm In Seoul (Diandra, 2013)
- Susan Ngesot (Diandra, 2013)
- Ketika Hati Memilih Cinta (Diandra, 2013)
- Kukembalikan cintamu (Zettu, 2013)
- Kamu Adalah Cintaku (Rumah Oranye, 2013)
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Halmien
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar