Jejak-jejak Karyaku

Senin, 31 Agustus 2015

Kesuksesan Penjualan Sebuah Buku itu di Tangan Penulisnya Sendiri.



Jika ada yang bilang, “Nerbitin di indie itu merugikan penulis. Seharusnya karya itu dibayar bukan penulis yang membayar penerbit.”
Itu nggak benar. Rugi darimana coba? Bayar uang penerbitan itu kan buat desain cover, editing, layout, daftar isbn dan 2 buku terbit. Kalau penulis bisa ngerjain semua sendiri ya tentu bisa gratis nerbitin di indie. Terus buku yang terjual kan penulis dapat royalti 10% dari harga buku, royalty dibayar pertiga bulan sekali. Jika dalam tiga bulan belum ada laporan penjualan dari penerbit berarti bukumu belum laku.
Kamu tau nggak sama Dedi padiku, penulis novel Mengejar-ngejar mimpi? Novelnya terbit di Asma Nadia House Publishing. Saat ini ntu buku laku keras bahkan bentar lagi bakal di filmkan. Tentu saja hal tersebut berkat kegigihan penulis menjual bukunya ke sana kemari, bahkan sampe ke pom bensin-pom bensin gitu.
Penulis novel erotis (dewasa) inisial SA, dari awal dia mulai menulis sampai novelnya ke 10 novelnya itu semua terbit di nulisbuku.com
Kemarin aku iseng kepoin akun twitternya, nanyain penjualan novelnya. Jawabannya bikin aku tercengang “Sebulan 200 eks.”
Jadi kesimpulannya adalah buku mau terbit di mayor ataupun indie, kesuksesan penjualan itu di tangan PENULIS. Percuma terbit di mayor kalau penulis nggak pernah promo.
Ada yang curhat ke aku, “Kak, dah promo tapi kok bukuku tetep nggak laku ya?”
Coba kamu koreksi lagi, siapa tau cara kamu mempromosikan buku kurang benar.
Apakah kamu promo Cuma upload cover buku terus di keterangan foto Cuma tertulis “Telah terbit blablabla” tanpa mencantumkan synopsis? Upload fotonya sekali tok malah.
Jika ia kamu promo seperti itu, pantas saja tak ada yang berminat beli bukumu. Dalam hal promo buku di sosmed juga harus ada tekniknya. Berikut beberapa tekniknya.
1. Kamu tiap hari update status isinya itu bikin orang penasaran sama isi novelmu.
Contohnya nih ya :
Pernahnya kalian dengar mitos arca urung di candi Borobudur? Devi dan Dimas kisah percintaannya harus kandas gara-gara mitos tersebut. Loh kok bisa? Penasarankan? Yuk, baca novel Cinta di Tujuh Keajaiban Dunia.
2. Kamu update status isinya quote-qoute yang ada di novelmu itu. Siapa tau ada yang suka sama quote bikinanmu terus dia beli novelmu.
3. Promo ke grup-grup kepenulisan di facebook. Kalau perlu minta admin grup untuk membedah novelmu
4. Adain event resensi novel/event lomba foto selfie berhadiah ratusan ribu rupiah, dengan syarat beli novelmu dulu baru bisa ikutan. Modal dikit nggak apa dong ya demi peningkatan penjualan? In Sha Allah balik modal.
Selain 4 hal yang aku sebutin promo melalui sosmed, penulis juga harus promo lewat offline juga. Bisa ke semua keluarga, temen, tetangga atau siapapun. Setiap ada kesempatan ngumpul atau pas lagi banyak orang bisa kamu manfaatkan untuk promo novel. Kalau penjualan masih kurang, kamu bisa minta endors ke artis-artis yang lagi ngehits dan terakhir jangan lupa berdoa.
Itu aja yang aku mau sampaikan. Selamat mencoba tips promosi dariku!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar