Jejak-jejak Karyaku

Sabtu, 28 November 2015

Novel Gokil Namun Bergizi Tinggi : 3 Koplak Mengejar Cinta



Judul Novel              : 3 Koplak Mengejar Cinta
Judul resensi novel             : Novel Gokil Namun Bergizi
Pengarang                : Haris Firmansyah
Penerbit                     : Wahyu Qolbu (Lini Wahyu Media)
Tahun Terbit             : 2015
Kota Terbit                 : Jakarta
Jumlah Halaman     : 273 hal
ISBN                           : 979-795-946-5

            Ekspresi gue saat membaca novel 3 Koplak Mengejar Cinta adalah mengerutkan kening, sambil geleng-geleng kepala plus tepok jidat berkali-kali gara-gara kelakukan Ardhan, Ibam dan Pasai.
            Kalian pasti bertanya-tanya kan, “Siapa tuh mereka bertiga? Apa dosa mereka ke gue?”
            Oke, kenalin mereka dulu.
            Ardhan
            Dijuluki si mata empat. Orang menganggap dia itu lebay. Padahal menurut dia sendiri, itu bukan lebay tapi suka berfantasi. Semboyannya itu “Ngebayangin hal yang nggak-nggak itu seru kok.”
            Sifat buruknya adalah mudah terpengaruh teman dan susah bangun pagi. Sholat subuhnya aja bersamaan dengan terbit matahari.
            Ibam
            Hobinya gonta-ganti model rambut sesuai moodnya. Kelemahannya ada dua yaitu : ber-IQ jongkok dan nggak bisa mengendarai sepeda motor.
            Pasai
            Terlahir dengan nama Samudra Pasai tapi malah julukannya onta bengkak, karena perutnya agak buncit. Tingkah lakunya sangat kampungan bin alay maksimal. Dia ini suka mencetuskan ide-ide gila dan jalan-jalan kesesatan, tapi tetap sayang Umi.
            Mereka bertiga tergabung di genk 3 Komplak. Dan mereka bersekolah di SMKN 88. Masuk di kelas 1 listrik 1.
            Di kelas 1 listrik 1 bukan Cuma ada genk 3 koplak saja,  tapi ada genk-genk lainnya juga. Mereka di antaranya :
            Duo klepto
            Tunggal dan Pratama, mereka berdua kompak menjarah benda orang lain. Aksi mereka selalu rapi.
            Genk tukang bully
            Mereka init u cowok tapi mulutnya kayak  ibu-ibu arisan.
            Genk pembolos
            Ketuanya itu si Ponco. Mereka sering bolos di jam-jam pelajaran yang tidak mereka sukai.
            Ada tiga orang yang tidak disukai genk 3 koplak, mereka adalah : Sofan, Albar dan Mesty.
            Kelakuan orang-orang yang gue sebutin di atas, mampu membuat Bu Kabisat, guru agama tak mau mengajar kelas 1 listrik 1 lagi. Alasan  yang diajukan Bu Kabisat saat menghadap Pak kepala sekolah adalah takut keguguran lagi.
            Ada pepatah mengatakan. “Ada hikmah di balik semua kejadian.”
            Hikmah di balik Bu Kabisat tidak mengajar kelas 1 listrik 1 yaitu munculnya Pak Nuh. Pak Nuh, guru agama yang baru. Kedatangannya membawa misi untuk meluruskan jalan hidup murid-murid kelas 1 listrik 1.
            Ajaibnya Pak Nuh bisa bikin genk pembolos taubat. Mereka tidak lagi bolos di jam pelajaran agama. Bukan hanya itu saja Pak Nuh menetapkan peraturan semua murid tiap hari menulis kelakuannya di buku diary. Setiap melakukan perbuatan baik mereka harus minta tanda tangan orang itu sebagai saksinya. Sebagian besar nilai agama mereka diambil dari tulisan diary itu.
            Gara-gara peraturan Pak Nuh tersebut, genk 3 koplak berlomba-lomba melakukan kebaikan. Sambil menyelam minum air, mungkin itulah peribahasa yang cocok buat genk 3 koplak. Mereka berlomba berbuat baik bukan hanya agar nilai agama bagus, melainkan ada tujuan lain juga : meluluhkan hati Aida. Ya, mereka mencintai cewek yang sama.
            Naasnya menjelang kenaikan kelas buku diary amalnya Ardhan tiba-tiba hilang, ketinggalan di angkot. Ardhan panic bukan main. Untung ada Ibam, sohib setia menemani dia untuk mencari buku diary sampai ketemu.
            Hasilnya ketemu sih, tapi Ardhan menemukannya tidak dalam berbentuk buku melainkan sudah jadi kertas bungkus gorengan yang berlumur minyak. Bayangan nggak naik kelas serta gagal meluluhkan hati Aida terlintas di pelupuk matanya. Dia hanya pasrah.
            Terus gimana endingnya Ardhan naik kelas nggak? Kalau penasaran sama novelnya baca sendiri deh novelnya. Gue nggak mau spoiler soalnya. Gue berani jamin lo nggak bakal nyesel baca novel ini. Walaupun novelnya dikemas komedi, tetep memiliki sarat akan pesan moralnya.
            Novel ini juga dilengkapi banyak quote-qoute keren. Salah satunya, “Pangkal kebaikan manusia adalah kejujuran.”
            Pokoknya keren deh buat Om Haris yang udah menciptakan novel ini. Kalau gue kasih rating, novel ini

1 komentar: