Jejak-jejak Karyaku

Sunday, August 18, 2019

FTV vs Novel


Sering kali banyak orang ketika baca novel, langsung berkomentar, "kok novel kayak FTV banget sih?"
Padahal, aslinya dia nggak pernah nonton FTV. Sebelum kalian berkomentar demikian, ada baiknya mengetahui pakem/karakter FTV dulu. Biar bisa membedakan novel yang kalian baca berapa persen tingkat kemiripannya dengan FTV.
Postingan kali ini bakal bahas pakem/karakter FTV :



1. Sinetron Azab/drama rumah tangga.

Karakternya sebagai beritut :
-konfliknya gak jauh-jauh dari perselingkuhan, penipuan, KDRT, ekonomi, dizholimi mertua, sampai penyakit parah. Pokoknya konflik yang menguras air mata tokoh utama.
Semakin lama konflik semakin meningkat.
-Tokoh antagonis jahatnya kebangetan. Sedangkan tokoh utama, baiknya keterlaluan. Malah kesannya bego karena gak pernah melawan tokoh utama.
-Banyak adegan basi tabrakan, amnesia, anak tertukar dll
-Pasti ada adegan di rumah sakit
-Endingnya selalu menonjolkan yang jahat kena batunya.

2. FTV Remaja/young adult SCTV

Karakternya adalah :
-Salah satu tokohnya wajib pedagang keliling. Misalnya : tukang cilok, batagor, mie ayam dll.
Satunya lagi tokoh harus orang kaya.
-Konflik dasarnya itu harus BENCI JADI CINTA.
-Dibumbui adegan kocak dan romantis
-Banyak outdoor daripada indoor.
-Banyak kebetulan. Contoh pas lagi di mall eh kebetulan ketemu cowok yang dia benci. Bagian ini biasanya banyak banget ada di novel. Memang, susah dihindari. Realitanya dalam kehidupan pun banyak kebetulan-kebetulannya.

3. FTV Horor

Karakternya :
-Sebenarnya sama kayak FTV Azab/drama rumah tangga, bedanya FTV horor dibumbui teror mistis. Semakin lama semakin meningkat.
-Nggak jauh-jauh dari pesugihan, pelet/susuk, ngebunuh orang dll

Pertanyaannya apakah novel yang kamu baca sama seperti FTV? Kalau cuma banyak kebetulan mah belum bisa dikatakan mirip FTV banget.

Gue pernah nyoba bikinin novel ke sinopsis FTV. Ditolak mentor. Katanya, "masih plot novel banget." Padahal udah gue rombak tokohnya pedagang keliling, benci jadi cinta, orang-orang mengatakan mirip FTV, tapi kalau plotnya masih berasa novel ya tetap ditolak.
Jadi kesimpulannya, jangan asal berkomentar kalau belum tahu dunia per-FTV-an.

No comments:

Post a Comment