Jejak-jejak Karyaku

Kamis, 04 September 2014

Editor Itu Keren

Waktu mbak editor favoritku di sebuah grup kepenulisan, beliau mengatakan, "Lebih enak jadi penulis daripada jadi editor. Jadi editor rasanya seperti baby sitter anak orang."
Gue akui apa yang dikatakannya benar. Gue sendiri udah merasakan asam manis jadi editor. Sudah capek-capek mengedit naskah sampe rela nggak tidur eh masih aja ada yang ngomel. bilang nggak becus ngedit lah dan sebagainya.
Walaupun demikian gue tetap mencintai pekerjaan sebagai editor. Karena di mata gue editor itu keren. Editor merupakan orang di balik layar kesuksesan penulis baru.
Tugas editor bukan cuma mengedit typo dan EyD saja. Tapi ia juga jadi guru bagi penulis baru. Editoryang ngasih tahu penulis bagian mana yang nggak logis, pov yang cocok untuk naskah, judul yang pas dan sebagainya.
Tanpa editor penulis nggak akan tahu letak kesalahan naskahnya.
Ada kebanggaan tersendiri ketika kita berhasil mensukseskan orang lain dengan ilmu yang kita berikan itu. Ilmu akan menjadi amal jariyah. Amal yang takkan terputus pahalanya walau orang itu sudah meninggal
Buat penulis baru yang disuruh editor revisi jangan manyun apalagi ngatain editor cerewet ya! Apa yang dilakukan editor itu demi kebaikanmu agar naskahmu enak dibaca.
Tetap semangat menulis ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar