Jejak-jejak Karyaku

Minggu, 15 Februari 2015

Demam Microsoft Word

Jika seorang penyanyi biasanya sebelum perform itu mengalami demam panggung. Begitu juga dengan penulis, sebelum menulis pasti pernah mengalami demam juga. Tapi bukan demam panggung namanya melainkan demam microsoft word. Hah? Demam microsoft word? Penyakit apaan tuh?
Demam microsoft word itu, penyakit yang bikin otak blank saat membuka microsoft word. Padahal sebelum buka, dah punya tekad kuat untuk nulis hari ini. Ujung-ujungnya cuma bengong di depan microsoft word.
Ada 2 faktor kenapa mengalami demam Ms.word ini :
  1. Kamu terlalu sibuk memikirkan nulis cerita yang 'wah' padahal nih yeee novel bestseller yang difilmkan itu ceritanya sangat sederhana. Hanya saja judulnya yang unik dan bikin penasaran. Jadi untuk mengatasi hal ini, mulai lah menuliskan kisah-kisah sederhana. Lama-lama juga nanti akan jadi kisah luar biasa, yang penting kamu nulis dulu hari ini.
  2. Kamu bingung bikin opening yang keren. Sebuah opening cerita memang penting, sebab biasanya mayor label menilai nskah itu dari openingnya dulu. Tapi yang namanya opening bisa diotak-atik lagi setelah tulisanmu kelar.
Daripada kamu bengong di depan ms.word bisa bikin kesambet atau ayam tetangga mati. Coba kamu hirup napas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Setelah itu letakkan jari-jarimu di atas keybord pc. Tulislah apa yang ada di kepalamu. Nah, jika masih bingung mau nulis apa gunain teknik idiom spontan. Caranya?
Kamu amati barang-barang yang ada di sekitarmu, lalu ambil kata kerja dan sifat. Misalnya : telur busuk, jaga warung, bau. Lalu kamu susun 3 kata itu menjadi kalimat, tapi nyusunnya secara spontanitas.
Sehingga menjadi, "Hal paling malas aku lakukan di dunia ini adalah jaga warung, sebab di lantai warung bertebaran telur busuk yang baunya bisa bikin muntah."
Kalau kamu sudah berhasil bikin 1 kalimat opening, insha Allah seterusnya akan lancar dengan sendirinya.

1 komentar:

  1. Bismillah. Insya Allah diamalkan sarannya Kak Ariny. :')

    BalasHapus