Jejak-jejak Karyaku

Rabu, 17 Juni 2015

Profilku Nongol di Majalah CIA (Creative In Action)

Bulan July aku dapat surprise, tiba-tiba di email owner majalah CIA bilang gini, "Hay, profilmu hari ini mulai dimuat loh." Dia juga ngirim scan profilku.

Dan hari ini dapet kiriman dari pak pos pas dibuka ternyata isinya majalah CIA.
Yang penasaran sama isi artikelnya nih, aku copasin.


Ariny NH
Melampaui keterbatasan berkat hobi menulis.
Teman-teman pasti memiliki hobi masing-masing. Hobi yang terus diasah akan membawa pada kesuksesan loh. Hal itu telah dibuktikan oleh Ariny Nurul Haq atau Ariny NH. Hobi menuangkan ide dalam tulisan membuat kak Ariny menjadi salah satu penulis yang sangat produktif.
Kecintaan Kak Ariny terhadap dunia menulis didasari rasa kagum kepada penulis-penulis hebat. Sebut saja Asma Nadia, Habiburrahman, Fitria Pratnasari dan masih banyak lagi. Sejak itupun ia mulai terjun ke dunia menulis karena ia ingin jadi penulis yang hebat juga. Meski belum terlalu lama, namun gadis kelahiran Surakarta, 16 September 1991 ini sangat serius menekuni hobi barunya.
Berbagai cara dilakukan Kak Ariny untuk mengasah kemampuan menulis. Di antaranya : berdiskusi dengan penulis senior di grup-grup penulis yang ada di facebook. Ia juga aktif mengikuti lomba-lomba menulis serta mengunduh panduan ejaan yang disempurnakan.
“Saya mendapat dukungan terutama dari Mom Fitria Pratnasari, ia selalu memberi semangat agar terus berkarya meski terkadang ada penolakan dari penerbit,” cerita Kak Ariny kepada CIA.
*Menjadi produktif*
Semangat terus berkarya selalu Kak Ariny pegang dalam mengembangkan hobi menulisnya. Tak heran ia sudah menghasilkan 30 buku mulai tahun 2012 sampai sekarang. Jumlah itu meliputi 4 novel solo, 9 novel karya bersama, dan 3 buku antologi cerpen hasil lomba mayor label. Sisanya antologi cerpen dan puisi yang terbit di penerbit indie.
Bagi Kak Ariny tak masalah jika bukunya terbit di mayor label maupun indie. Yang penting, ia bisa menghabiskan masa muda dengan terus berkarya. Adapun tema karyanya rata-rata bercerita tentang persahabatan, mitos di Indonesia, love story dan sebagainya. Saat ini baru saja menerbitkan karya berjudul “Cinta di 7 Keajaiban Dunia.” Dan sedang menyelesaikan karya, “Difabel? Nggak masalah tuh.”
Yup, memiliki keterbatasa fisik memang tidak membuat Kak Ariny patah semangat. Melalui karya-karya tulisnya, ia justru bisa menjadi inspirasi bagi sesame. Bahkan, Kak Ariny saat ini mengelola penerbit indie milik sendiri yang bernama Arsha Teen. Ia bersedia memberikan bimbingan bagi para penulis pemula yang ingin menerbitkan karyanya.
*Cukup dua jam*
Menurut kak Ariny, rahasia menjadi penulis produktif adalah berupaya menghasilkan karya berkualitas tanpa memikirkan keuntungan materi semata. Caranya, cukup menyisihkan waktu dua jam sehari untuk menulis. “Menulis itu nggak perlu banyak, cukup lima halaman sehari. Jika hal it uterus dilakukan maka naskah novel kita bisa selesai dalam waktu satu bulan,” ujarnya.
Selain itu penulis harus belajar mencintai naskahnya, maka naskah juga akan mencintai sang penulis. Cintai naskah seperti ibu mencintai anaknya. Ibu yang punya hati nurani pasti tak akan menelantarkan anaknya, begitu pula penulis tak akan menelantarkan naskahnya.
Ia menyarakan agar penulis selalu buka mata, telinga dan pikiran untuk menyambut kedatangan ide. “Ide bisa datang kapan aja dari berbagai peristiwa di sekitar kita. Karenanya, kombinasi true story dan fiksi bisa menjadi karya novel.     Nah, mudah kan? Yuk, kita mulai menulis!” pungkas Kak Ariny.

1 komentar: