Jejak-jejak Karyaku

Senin, 01 Februari 2016

Kasus si Rio

 Halo, blogger.
Akhir Januari 2016 beranda facebookku penuh ngebahas kasus Rio. Hah? Siapa tuh Rio? Yang pastinya  sih bukan Rionaldo Stokhorst pemain sinetron itu melainkan Rio Dwi Cahyo. Pasti kalian bertanya-tanya, kasus apa sih yang diperbuat olehnya? Dan kenapa kasus itu sampe buming di fb? Emang dia artis?
Rio itu masih anak sekolahan tapi sok-sokan bikin penerbitan indie. Nggak tanggung-tanggung dia bikin 4 penerbitan indie. Namanya Citra Gemilang, RD Publishing, Dwi Linggo, dan Fiksi Media.
Sebenarnya sah-sah saja anak sekolah dirikan penerbitan, asal dia bener ngurus usahanya itu. Nah, Rio? Dia sama sekali nggak becus. Akibatnya banyak korban.
Aku pun jadi korbannya juga. Ceritanya gini.


Akhir Juli, Dwi Liggo ngadain promo terbit gratis. Seluruh penerbitan plus gratis 20 eks buku terbit. Tapi make seleksi sekitar 1-2 bulanan. Menggiurkan sekali bukan? Aku tertarik dengan promo tersebut. Secara mayor aja cuma ngasih 10 eks buku terbit. Aku punya penerbitan indie sendiri, kalau mau punya buku terbit tentu aja harus ngeluarin uang ratusan ribu. Ya, aku kirim naskah buat promo tersebut.
Tapi apa yang terjadi? Sampe tanggal 15 Februari promo tersebut nggak ada kabar.
Hatiku mulai was-was, takut mereka abal-abal.
Aku tanyain lewat inbo fb :
"hallo, dwi linggo. bulan juli kemarin kan dwi linggo posting pengumuman lagi nyari naskah buat diterbitkan gratis plus dapet 10 eks buku terbit tapi harus kirim sebelum 10 agustus. saya ada kirim naskah buat sebelum tanggal 10, katanya diseleksi 1 bulanan. kira2 naskah saya dapet keputusan naskahnya? *mohon direplay"
Dwi linggo ngebales pesanku gini, "Masih penyeleksian. Kami belum sempet baca semua naskah yang masuk."

Dahiku langsung berkerut. Kalau mereka  sibuk sekolah ngapain ngadain event penerbitan gratis?

Tapi sisi lain hatiku mengatakan, "Mungkin mereka lagi belajar belajar berbisnis dan pengen sukses di usia muda."
Aku coba berpikir positif, dan coba sabar aja deh nunggu keputusan promo tersebut. Secara naskah yang kukirim juga naskah yang sudah puluhan kali ditolak mayor label.

Tanggal 26 januari aku dikejutkan dengan status fb dari Buku Esha. Isi statusnya gini, "
Bagi yang mau tanya masalah RD/Dwilinggo silakan komentar. Buku pesanan maaf akan lama sekita bulan maret. Saat ini saya sibuk Try Out dan UN. Jadi maklumnya. Untuk event rindu juga maret/april ya. Pertanyaan lain? Inbox atau komentar. Semua masalah supaya selesai satu persatu"
Langsung kukoment, nanyain kejelasan promo terbit gratis dwi linggo. 
Dan dengan enaknya mereka jawab "Event tersebut dibatalkan. Naskah dibalikin ke penulis."
Sumpah aku kesel bangbet. Ngerasa diphpin. Rasanya itu nyesek. 
Tak lama kemudian ada banyak yang koment di status itu. Mereka nanyain kejelasan buku orderan yang nggak nyampe sampew berbulan-bulan. Waw, mereka bukan cuma phpin naskah orang tapi juga bawa kabur uang orang. 
Besok harinya vira update status yang isinya menyidang rio. Di status itu bermunculan korban-korban rio.Sayang, status itu dihapus fb. Mungkin si rio yang melaporkan ke fb.
Tu bocah bener-benar kebangetan banget ya, udah salah malah nyoba hapuys postingan vira. Geram aku jadinya. Kalau ketemu pengen tak jambak-jambak deh.

5 komentar:

  1. wah... ini toh yang disinggung sama status Vira. Yang katanya statusnya hilang itu ya.. aku baru tahu loh kalau status bisa hilang karena dilaporkan ..

    BalasHapus
  2. Rio buka seleksi PJ buat fikmed bulan lalu and aku terpilih salah satu diantara 5. Untung belum berjalan, tanpa tahu yg sbnarnya. Hiks

    BalasHapus
  3. Rio buka seleksi PJ buat fikmed bulan lalu and aku terpilih salah satu diantara 5. Untung belum berjalan, tanpa tahu yg sbnarnya. Hiks

    BalasHapus
  4. aku pernah kena yang sejenis ini nih. Anak sekolahan buka penerbitan sendiri, tapi gak bisa pegang komitmen kerjaannya. Akhirnya merugikan orang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gara2 kasus ini, anak sekolahan yang mau punya usaha penerbit jadi gak dipercayai

      Hapus