Jejak-jejak Karyaku

Senin, 12 Juni 2017

Alasanku Menyerang AFI

Sebenarnya soal plagiasi udah sejak ada dari dahulu kala. Waktu 2012-awal kemunculanku di dunia literasi, ada beberapa orang yanng terbukti plagiat. Tapi aku gak ikut-ikutan ngebully orang itu. Dalam hati bergumam, "Toh, yang diplagiat bukan karya gue."
Semua berubah ketika konsep project TAT-ku dijiplak dan bongkar pasang sama orang. Aku marah plus sakit hati. Asal tau aja konsep TAT itu aku susun secara matang selama 3 hari setelah pulang dari Jogja th 2016. Dia dengan enaknya copas projectku gak sampe satu jam.
Rasanya itu sama kayak ketika kita udah merencanakan konsep pernikahan secara matang, pas hari H pernikahan calon suami kita diambil orang. Terus si pecalakor (perebut calon suami orang) bawa calon suami kita operasi plastik biar keliatan wajah original.
Walau orangnya dah minta maaf tapi tetap saja sakit membekas di hati. Detik itu aku bersumpah akan memerangi plagiasi.
Dan kebetulan aku dapet kiriman foto dari teman tentang AFI plagiat buku chicken soup Tiffany.
Aku berang dan nyerang afi di status. Bahkan dua hari full ngebahas AFI tok.
Aku kebayang gimana sakitnya Tiffany, ketika menghasilkan karya sepenuh jiwa raga tiba-tiba dibongkar pasang sama anak SMA.
Jangankan karyaku dibongkar pasang, projectku aja dibongkar pasang aku gak rela dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar