Jejak-jejak Karyaku

Senin, 12 Juni 2017

Fenomena AFI



          Selama satu bulan ini jagat maya di dI Indonesia dihebohkan dengan kemunculan AFI. Siapa sih AFI? Yang pastinya sih bukan Academy Fantasy Indonesia . Melainkan gadis berusia 18 tahun yang viral karena statusnya berjudul ‘WARISAN’ tak perlu lah aku copas ke postingan ini. Kalian pasti udah pada baca. Statusnya itulah yang membawa terbang ke Jakarta untuk menghadiri undangan presiden di istana negara serta talkshow televisi.
          Saat mengetahui AFI, perasaanku campur aduk. Antara bahagia dan ngenest. Bahagia karena ada anak muda yang cerdas tapi ngenesnya aku dah berjuang melahirkan puluhan novel  boro-boro diundang istana presiden, diundang Mata Najwa aja belum. Aku mah apa atuh, baru diundang Hitam putih dan dapet penghargaan telkomsel award sebagai ‘penulis novel online’
          Keesokan harinya beredar kabar salah salatu status AFI berjudul ‘agama dan cinta kasih’ hasil plagiat Mita Handayani. Di situ aku merasa menang. Walaupun aku masih belum ada apa-apanya, setidaknya aku disorot media berkat karya bukan hasil comot sana-sini.  Tak berapa lama akun AFI hilang.
          Dia kembali muncul dengan memposting status yang berjudul ‘WARUNG MAKAN’ lagi-lagi viral dan mirip banget sama status orang lain. Aku berpikir jangankan status, naskah wattpad, di blog yang dipasangin anti copy paste pun masih gampang diplagiat orang. Satu-satunya yang gak bisa diplagiat itu hanyalah rasa cintaku ke kamu #eeeaaa
          Malam harinya temenku ada koment ‘hati-hati novelmu bisa diplagiatin AFI juga.’ Dia mencamtumkan foto berisi AFI mengakui puisi Tiffany sebagai puisinya sendiri. Itu yang bikin aku geram dan ikut-ikutan koment di status AFI. Pada dasarnya si AFI ini orangnya angkuh bin sombong, klo koment krtikan dibilang haters dan iri. Ya Allah ngapain juga aku iri sama kamu, Dek?  Mendingan juga aku iri sama Mas Manis dan mas Andi vocalis Merpati Band. Yang jelas2 mereka punya prestasi.
          Kalau aku telisik menggunakan kacamata kematian, psikologis AFI itu sebelas dua belas ma Dijah Yellow dan Juan. Mereka sama-sama haus perhatian dan ingin diakui di masyarakat. Bedanya adalah :
          Dijah Yellow mendapat perhatian masyarat dengan cara bully artis-artis Indonesia, ngaku pacar Justin Bieber, dan nerbitin buku tebal 194 halaman seharga 149 ribu.
          -Juan mendapat perhatian orang dengan membuat penerbit abal-abal.
          -Afi mendapat perhatian dengan mengcopas sana sini biar dinilai anak yang cerdas.
          Padahal ada cara lain mendapatkan perhatian dan pujian dengan cara mulia yakni belajar menghasilkan karya yang baik dan benar. Sejatinya karya cepat atau lambat akan mengangkat nama penulis.
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar