Jejak-jejak Karyaku

Minggu, 25 Juni 2017

Open PO My Novels



Judul : Kacamata Kematian

Penulis : Ariny NH
Tebal : 130 hal.                
Harga : Rp.  35.000,- (harga umum)          
Pemesanan :                                                                            
Sms ke nomor 085654910277 ketik KK-NAMA LENGKAP-ALAMAT LENGKAP- NO. HP-JUMLAH PESANAN Bisa juga melalui BBM 7D0AD896, atau inbox fp Ariny NH
Blurb ;                                                       
                                                

Demi mendapatkan cinta Arshita Bintang Oktarina, Arsyil rela mengeluarkan uang satu juta rupiah untuk mempertampan wajahnya. Tak melalui operasi plastik melainkan hanya dengan mengenakan kacamata ajaib milik Om Anthony. Sayangnya, kacamata itu memiliki efek samping. Sedikit saja Arsyil melukai hati cewek maka malapetaka akan menghampiri hidupnya.
            Pada akhirnya Arsyil membuktikan sendiri efek samping kacamata itu benar adanya. Gadis yang dicintai Arsyil meninggal secara tragis di depan matanya. Arsyil pun tertuduh sebagai tersangka pembunuh Arshita. Untung ada Franco, ia meminta Tim Detektif Tiga Serangkai untuk mencari tahu siapa pembunuh Arshita yang sebenarnya.            Penyelidikan T im Detektif Tiga Serangkai justru membuat jati diri Franco terungkap.  
 

Judul : Malaikat Patah Hati

Penulis : Ariny NH
Tebal : 151 hal.                
Harga : Rp.  35.000,- (harga umum)          
Pemesanan :                                                                            
Sms ke nomor 085654910277 ketik MPH-NAMA LENGKAP-ALAMAT LENGKAP- NO. HP-JUMLAH PESANAN Bisa juga melalui BBM 7D0AD896, atau inbox fp Ariny NH
Blurb ;                                                       

“Aku selalu bersamamu, di hatimu. Aku akan menjagamu semampuku. Kamu tahu? Kamu itu mirip seperti bunga mawar, aku tidak suka itu. Kamu lebih seperti dandelion bergiri tegak di antara apapun. Menantang kelopaknya yang suatu hari akan pergi ditiup angin. Bukan pergi menghilang namun membawa harapan baru. Berjanjilah setelah ini tetaplah menjadi dandelion. Ia mungkin rapuh tapi ia kuat.”
Padamu, sekali lagi selama rentang waktu yang telah kita lalui bersama, bukan hanya kebahagiaan yang kudapatkan. Ada kekosongan di sana. Aku menyebutnya kehampaan. Perlahan kehampaan itu menjadi lubang kesakitan. Aku berhasil bertahan hingga kemarin. Ya, pertahanan itu hancur ketika kamu mengakhiri hubungan ini dan memilih hidup bahagia bersama wanita lain.
Aku merasakan dada ini sakit. Berusaha mati-matian agar tidak menangis. Menguatkan diri bahwa aku tak selemah itu. Tapi percuma, mala mini ditemani hujan yang berubah gerimis, tangisku pun pecah. Tiba-tiba aku mengingat ada sesuatu yang kutinggalkan di meja tamu pagi tadi sebelum jungkir balik bersiap-siap bekerja. Sebuah novel. Rasa penasaran menyelip lewat celah hatiku. Semoga benda itu masih ada di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar